Tata Cara dan Bacaan Niat Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tinggal beberapa hari lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan memperingati datangnya hari raya Idul Adha. Berbagai persiapan dilakukan dalam menyambut datangnya 10 Dzulhijjah sebagai peringatan hari raya kurban, tak terkecuali bagi umat Muslim yang hendak berkurban. Bagi mereka yang hendak berkurban, dianjurkan untuk menyembelih hewan kurbanya sendiri. Namun jika tidak bisa, diperbolehkan untuk meminta orang untuk menyembelihnya. Berikut tata cara dan bacaan niat menyembelih hewan kurban untuk orang lain.
Tata Cara dan Bacaan Niat Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain
Dikutip dari buku Panduan Qurban dari A sampai Z karya Ammi Nur Baits (2015), kurban beradal dari bahasa Arab udh-hiyah yang artinya adalah hewan ternak yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menyembelih hewan kurban diharuskan pada waktu Idul Adha (10 Dzulhijjah) maupun hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Apabila jika dilakukan diluar waktu tersebut, maka terhitung sebagai sedekah.
Lalu bagaimana tata cara untuk menyembelih hewan kurban sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW?
1. Gunakan Pisau Tajam
Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk menyembelih hewan kurban dengan pisau setajam mungkin. Hal ini didasarkan dari Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad bersabda,
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).
2. Tidak Mengasah Pisau di Hadapan Hewan Kurban
Larangan untuk mengasah hewan kurban adalah menghindari ketakutan sebelum disembelih. Ibnu Umar ra menjelaskan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Menghadap Kiblat
Hewan kurban hendaknya disembeli menghadap kiblat pada bagian lehernya yang akan disembelih. Karena arah tersebut akam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Meletakkan Kaki di Sisi Leher
Dianjurkan untuk meletakkan kaki di sisi kanan hewan kurban agar mudah untuk disembelih dan mudah mengambil pisau dengan tangan kanan. Hal ini juga dapat memudahkan dalam memegang kepala hewan dengan tangan kiri. Anjuran ini berasal dari Anas bin Malik,
“Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibasy putih. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya.” (HR. Bukhari)
5. Membaringkan di Sebelah Kiri, Memegang Pisau dengan Tangan Kanan, dan Menahan Kepalanya Saat Disembelih
Nabi Muhammad SAW saat menyembelih kurban membaringkan hewan di sebelah kiri sebagai bentuk perlakian baik. Beliau menyembelih kurban dengan pisau yang diletakkan ditangan kanan sembari menahan kepalanya saat disembelih. Hal ini didasarkan hadits dari Aisyah ra.,
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminta diambilkan seekor kambing kibasy. Beliau berjalan dan berdiri serta melepas pandangannya di tengah orang banyak. Kemudian beliau dibawakan seekor kambing kibasy untuk beliau buat qurban. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawakan kepadaku pisau”. Beliau melanjutkan, “Asahlah pisau itu dengan batu”. ‘Aisyah pun mengasahnya. Lalu beliau membaringkan kambing itu.” (HR. Muslim)
6. Mengucap Basmalah dan Takbir
Ketika hendak menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk mengucapkan “bismillahi wallahu akbar”. Kemudian dilanjutkan dengan membaca nama orang yang berkurban, yakni:
Hadza minka wa laka ... (sebutkan nama) (HR. Abu Daud)
Demikianlah penjelasan tentang tata cara dan bacaan niat menyembelih hewan kurban untuk orang lain. Semoga informasi di atas dapat menjadi panduan dalam menyembelih hewan kurban saat Idul Adha.(MZM)
