Konten dari Pengguna

Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Lebaran Haji Arab, Latin, dan Artinya

B

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa lebaran haji. Foto: unsplash.com/vdphotography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa lebaran haji. Foto: unsplash.com/vdphotography

Bulan Dzulhijjah sudah tiba. Bulan terakhir dalam agama Islam ini menyimpan berbagai amalan yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Terlebih pada 10 hari pertama yang menjadi waktu yang sangat Allah SWT cintai. Salah satu amalan yang dapat dikerjakan pada bulan Dzulhijjah adalah puasa lebaran haji pada. Bagi Anda yang hendak melaksanakan puasa ini, berikut tata cara dan bacaan niat puasa lebaran haji dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya.

Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Lebaran Haji Arab, Latin, dan Artinya

Dalam agama Islam, terdapat empat bulan haram di mana segala amalan akan Allah SWT lipatgandakan. Salah satu dari keempat bulan haram adalah bulan Dzulhijjah.

Dzulhijjah adalah bulan kedua belas atau bulan terakhir dalam penanggalan Hijriah. Arti dari Dzulhijjah sendiri adalah menunaikan haji. Sebab, pada bulan tersebut menjadi bulannya ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim as. Selain menunaikan ibadah haji, terdapat sebuah hari besar pada bulan Dzulhijjah yang bernama Idul Adha.

Idul Adha adalah momen penyebelihan hewan kurban sebagai bentuk pelestarian terhadap Nabi Ibrahim as. dalam menunaikan perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya Nabi Ismail as. Bukannya sang anak yang tewas, namun kambing besar yang Nabi Ibrahim as. sembelih.

Untuk menyambut datangnya Idul Adha, umat Islam dipeintahkan untuk menunaikan puasa lebaran haji selama 9 hari. Seperti yang Nabi Muhammad SAW lakukan selama hidupnya dalam sebuah hadits dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437)

Untuk menjalankan ibadah, tentunya harus mengetahui tata caranya terlebih dahulu, yakni:

1. Sahur

Sahur merupakan waktu untuk menyantap makanan sebelum menjalankan puasa selama lebih dari 13 jam. Batas dari menyantap sahur adalah hingga adzan subuh dikumandangkan.

2. Niat

Seperti halnya puasa wajib di bulan Ramadhan, puasa lebaran haji juga tetap diwajibkan untuk membaca niat. Bedanya adalah puasa Ramadhan harus membaca niat sebelum adzan subuh. Sedangkan puasa lebaran haji bisa dibaca sewaktu-waktu.

3. Menahan Hawa dan Nafsu

Puasa adalah menahan hawa nafsu dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Artinya, seorang umat Islam yang berpuasa wajib untuk menahan rasa lapar dari adzan subuh hingga adzan maghrib. Selain itu, umat Islam juga diwajibkan untuk menahan syahwat, meskipun dengan pasangan resmi.

4. Berbuka

Setelah menahan hawa nafsu dari tebitnya fajar hingga tebenamnya matahari, saatnya untuk berbuka puasa. Di sunnahkan untuk berbuka puasa diawali dengan kurma.

Ilustrasi berpuasa lebaran haji selama 9 hari. Foto: pexels.com/jamie-he-170821/

Bacaan Niat Puasa Lebaran Haji

Adapun bacaan niat puasa lebaran haji yang dikutip dari buku Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah karya Amirulloh Syarbini, dkk (2012:160), yakni:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya, "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Lebaran Haji

Lebih Baik dari Jihad di Jalan Allah

10 hari awal Dzulhijjah adalah adalah waktu yang Allah SWT cintai. Tidak ada amalan yang lebih baik dari waktu tersebut, terkecuali meninggal di jalan Allah SWT. Sebagaimana yang dijelaskan Ibnu ‘Annas, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)

Mengahapuskan Doa Selama Dua Tahun

Hari ke-9 Dzulhijjah adalah hari di mana jamaah haji naik ke bukit arafah. Selain itu, pada hari tersebut juga menjadi hari untuk berpuasa arafah. Keutamaan dari puasa arafah adalah menghapus dosa selama dua tahun. Hal ini didasarkan dengan sebuah hadits dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Dengan begitu besarnya keutamaan dari puasa lebaran haji selama 9 hari, amat disayangkan apabila sampai melewatkannya. (MZM)