Tata Cara dan Bacaan Niat Sholat Qobliyah Subuh

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan bagi umat Islam namun belum banyak yang mengetahuinya adalah sholat sunnah qobliyah subuh, yang juga dikenal dengan nama sholat fajar karena merujuk pada waktu pelaksanaannya yaitu dilaksanakan pada waktu fajar telah tiba. Bagaimana tata cara dan bacaan niat sholat qobliyah subuh?
Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh
Berikut adalah tata cara sholat qobliyah subuh yang dikutip dari buku Anak Rajin Salat, Hamidah Jauhary (2021: 81). Sebenarnya untuk tata cara dari sholat qobliyah subuh sama dengan sholat pada umumnya yang membedakannya hanyalah pada jumlah rakaat dan bacaan niatnya saja. Untuk lebih lengkapnya berikut ini:
Takbiratul Ihram
Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Quran (dianjurkan surah al- Kafirun, surah al-Ikhlas, surah al-Baqarah ayat 136, dan surah Ali Imran ayat 52).
Rukuk.
Iktidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua rakaat pertama.
Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca Surah al-Fatihah hingga sujud kedua.
Duduk tasyahud.
Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri.
Bacaan Niat Sholat Qobliyah Subuh
Berikut adalah bacaan niat untuk sholat sunnah qobliyah subuh:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatas shubhi rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah Subuh dua rakaat karena Allah SWT.”
Mengapa sholat qobliyah sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW salah satu alasannya adalah karena jika dengan istiqomah bisa mengamalkan amalan ini maka keutamaannya adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis dari Aisyah dimana nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Dua raka’at fajar (sholat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).
Selain itu dengan melaksanakan sholat qobliyah subuh kita juga mengikuti teladan dari Rasulullah SAW seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis berikut ini :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
(WWN)
