Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.88.1
Konten dari Pengguna
Tata Cara dan Tujuan Puasa Mutih 1 Hari
30 September 2021 9:12 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Puasa Mutih dalam Pandangan Islam
Puasa mutih merupakan puasa yang tidak disarankan dalam Islam namun juga tidak dilarang. Sehingga secara hukum agama, puasa mutih tidaklah makruh atau haram. Pada dasarnya mutih ini adalah puasa untuk mensucikan diri dari semua dosa dan energi negatif.
Puasa mutih secara spiritual mempunyai pengaruh positif yang baik. Dikutip dari buku Sunan Kalijaga Nee Edition, Achmad Chodjim, (2013: 54) melakukan mutih dan nawa selama empat puluh hari, dan bangun di waktu subuh sambil membaca kidung yang disertai sabar dan syukur, merupakan landasan bagi tercapainya kehendak dan timbulnya daya dari Allah SWT. Mutih dan nawa ini sebaiknya dilakukan ketika dalam keadaan senggang. Justru ketika tidak dalam kesulitan hidup. Dalam Bahasa, hadis memanfaatkan kesempatan sebelum datangnya kesempitan. Inilah disebut laku tirakat dalam khazanah Islam Jawa.
ADVERTISEMENT
Tujuan Puasa Mutih
Tujuan dari melakukan puasa mutih bermacam-macam, misalnya untuk meraih keberhasilan atau sedang menginginkan sesuatu misalnya jodoh atau rezeki. Dalam masyarakat Jawa kuno puasa mutih juga bertujuan untuk menguasai ilmu-ilmu gaib. Puasa mutih tidak terikat waktu bisa hanya satu hari, tiga hari, atau bahkan sampai 40 hari.
Tata Cara Puasa Mutih
Untuk tata cara , puasa mutihbiasanya dilaksanakan mulai pukul 18.00 hingga diakhiri pada 18.00 keesokan harinya. Sedangkan dalam sejumlah sumber juga disebutkan bahwa puasa mutih dapat dilakukan dengan du acara yaitu :
ADVERTISEMENT