Tata Cara dan Urutan Mengambil Air Wudhu yang Benar Sesuai Syariat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap muslim yang akan melaksanakan sholat diwajibkan untuk berwudhu terlebih dulu. Tujuannya agar terbebas dari najis besar dan najis kecil. Nah, dalam agama Islam sendiri, sudah ada aturan lengkap tentang tata cara dan urutan mengambil air wudhu yang benar. Simak artikel di bawah ini untuk penjelasan selengkapnya!
Tata Cara dan Urutan Mengambil Air Wudhu yang Benar Sesuai Syariat
Berikut ini adalah tata cara dan urutan mengambil air wudhu yang benar sesuai syariat dikutip dari buku Rahasia Butiran Air Wudhu: Menurut Al Quran dan As Sunnah karya Mukhsin Matheer dan Teguh Sulistyowati (2014).
1. Niat Wudhu
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa
Artinya, "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu karena Allah".
2. Membasuh telapak tangan
Dilakukan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari.
3. Berkumur sebanyak 3 kali.
4. Membersihkan Lubang Hidung
Tata cara wudhu berikutnya adalah membersihkan lubang hidung 3 kali. Pada saat menghirup air, lalu mengeluarkannya dengan memencet hidung.
5. Membasuh Wajah
Dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu.
6. Membasuh Tangan
Basuh kedua belah tangan hingga siku, dahulukan anggota tubuh bagian kanan.
7. Mengusap sebagian kepala sebanyak 3 kali.
8. Mengusap kedua telinga.
9. Membasuh kaki
Membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki, dan dilakukan sebanyak 3 kali, dimulai dari kanan terlebih dahulu.
10. Doa Setelah Wudhu
أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhû wa rasûluhû, allâhummaj'alnî minat tawwâbîna waj'alnii minal mutathahhirîna.
Artinya, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih)."
(Anne)
