Tata Cara Imam Sholat Idul Fitri Beserta Bacaannya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara sholat Idul Fitri berikut ini adalah sebuah pembelajaran penting untuk dipahami oleh umat muslim. Setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa, menunaikan sholat sunnah Idul Fitri adalah sebuah ibadah yang juga dianjurkan didalam agama Islam
Tibanya hari raya Idul Fitri biasanya dimulai dengan pengumandangan takbir sejak malam ketika Ramadhan berakhir (Bahannan dalam Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya, 2002). Kemudian di pagi harinya, umat Islam akan melaksanakan sholat Id secara berjamaah dan disambung dengan khutbah. Mari simak tata caranya dalam ulasan singkat berikut ini.
Tata Cara Imam Sholat Idul Fitri
Idul Fitri adalah hari yang istimewa. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk turun ke jalan, bergabung bersama muslim lain merayakan hari bahagia ini. Bahkan wanita yang sedang haid pun tetap dapat melakukan hal sama, meski tidak melaksanakan shalat Id. Mereka disunahkan untuk mengikuti khutbah, ikut bertakbir, berdoa, dan berkumpul.
Ibadah di pagi hari saat Idul Fitri berupa shalat dan khutbah. Shalat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat, dengan jumlah takbiratul ihram 7 dan 5 pada masing-masing rakaat. Setelahnya, jamaah disunahkan untuk diam di tempat shalat untuk mendengarkan khutbah. Adapun penjelasan mengenai tata cara imam sholat Idul Fitri, yaitu:
Shalat tidak didahului dengan adzan dan iqamah, imam hanya cukup menyeru "ash-shalaatu jaami‘ah!”.
Berniat dalam diri untuk melaksanakan shalat id. Niat yang dapat dilafalkan adalah, “ushallii rak‘ataini sunnatan li ‘iidil fithri imaaman/ma’muuman”. Adapun pelafalan secara lirih merupakan sunah, yang wajib adalah kesadaran secara penuh untuk melaksanakan sholat.
Melakukan takbiratul ihram selayaknya sholat biasa. Setelah membaca doa iftitah, imam diikuti makmum melakukan takbir lagi hingga 7 kali. Diantara takbir, doa yang dibaca, yaitu “Allahu akbar kabira wal hamdulillahi kathira wa subahanallahi bukrataw wa'asila”. Artinya, “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang”.
Membaca Surat Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lain dalam Alquran. Sunahnya, surat yang dibaca adalah Al ‘Alaa. Setelah itu dilanjutkan dengan rukuk, sujud, dan bangun lagi untuk rakaat kedua.
Pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak 5 kali dengan mengucap “Allahu akbar”. Seperti di rakaat pertama, diantara takbir disunahkan membaca doa seperti disebutkan di nomor 3.
Membaca Surat Al Fatihah dan diikuti dengan surat lain. Surat yang disunahkan untuk dibaca pada rakaat kedua adalah Al Ghasyiyah. Setelah itu, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, dan tahiyat serta salam.
Setelah sholat, jamaah disunahkan untuk diam di tempat shalat untuk mendengarkan khutbah.
Dilansir dari islam.nu.or.id, dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabil Imam asy-Syafi‘i karangan Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji dijelaskan bahwa khutbah shalat Id dilakukan setelah shalat berakhir, bukan sebaliknya. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut,
Ibnu Abbas RA berkata, “Aku melaksanakan shalat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum. Mereka semua mendirikan shalat sebelum khutbah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga pembahasan ini bermanfaat untuk Anda. Ingatlah untuk selalu bertanya seputar agama kepada ahlinya baik ustaz maupun guru agama. (AA)
