Tata Cara Pengakuan Dosa dalam Iman Katolik

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sakramen tobat alias rekonsiliasi dengan tata cara pengakuan dosa adalah salah satu sakramen penyembuhan yang didasarkan pada Katekismus Gereja Katolik 1423-1424.
Tata cara pengakuan dosa merupakan sakramen penyembuhan rohani bagi umat yang telah dibaptis dan kemudian berbuat dosa, sehingga menjadi jauh dari Allah.
Dengan berbuat dosa, maka ia melawan perintah Tuhan dan kemungkinan besar juga merugikan sesama manusia. Karena dirinya merupakan bagian dari Gereja Kristus, maka dosanya ini akan turut menodai Gereja Kristus. Karena itu, ia perlu bertobat melalui sakramen tobat.
Tata Cara Pengakuan Dosa
Dikutip dari situs resmi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), berikut adalah tata cara untuk mengakui dosa bagi umat Katolik:
A. Persiapan di dalam gereja, tepatnya di luar kamar pengakuan:
Berdoa
Berdoa kepada Allah Roh Kudus untuk meminta pertolongan-Nya, agar dimampukan untuk mengingat semua dosa yang telah dilakukan kepada siapa pun dan menyesalinya dengan baik. Contoh doa:
“Allah Roh Kudus, aku mohon pertolongan-Mu untuk mengingat segala perkataan, perbuatan dan kelalaianku, yang telah menyakiti hati Tuhan dan orang lain. Bantulah aku untuk bisa menyesali semua dosa itu dan mengakuinya dengan baik. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.”
Mengingat Dosa
Pada tahapan ini, umat Katolik tersebut perlu memeriksa, menyadari, dan mengingat setiap dosa yang pernah diperbuat. Jika dirasa terlalu banyak, maka ia bisa mencatatnya.
Menyesali Dosa
Pada tahapan ini, umat Katolik tersebut perlu merenung untuk menyesali setiap dosa yang telah ia perbuat, baik melalui perkataan maupun Tindakan.
B. Sakramen tobat di dalam kamar pengakuan:
Berlutut di hadapan Pastor sambil berkata:
“Pastor, berkatilah saya orang berdosa.”
(saat Pastor memberkati, buatlah Tanda Salib).
“Ini pengakuan saya yang pertama” (untuk yang pertama kali menerima sakramen tobat), atau “pengakuan saya yang terakhir ….. Minggu / bulan yang lalu” (untuk yang telah menerima sakramen tobat sebelumnya).
“Dosa-dosa saya adalah ……………………. “
(sebutkan dosa yang telah diperbuat satu per satu secara konkret).
Usai mengakui dosa-dosa, nyatakanlah:
“Pastor, saya menyesal atas dosa-dosa saya, dan dengan hormat saya mohon ampun, dan denda atas dosa-dosa saya”.
Dengarkan nasihat dan denda dosa (penitensi) dari Pastor. Kemudian memanjatkan doa tobat berikut:
“Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku.
Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena
Aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan maha baik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi.
Allah yang maha murah, ampunilah aku, orang berdosa.
Amin.”
Pastor memberikan pengampunan (absolusi) di dalam nama Tuhan Yesus, dengan mengatakan:
“Saya mengampuni dosa-dosa Saudara dalam Nama + Bapa dan Putera dan Roh Kudus.”
Saat diberkati Pastor, buatlah tanda salib.
Setelah selesai, ucapkan: “terima kasih, Pastor.” lalu keluar dari kamar pengakuan.
C. Usai sakramen tobat, di luar kamar pengakuan (masih di dalam gereja):
Doakan setiap doa yang diberikan Pastor sebagai denda dosa (penitensi).
Ucapkan syukur kepada Tuhan yang telah mengampuni semua dosa.
Mohonkan bantuan Roh Kudus agar mampu memperbaiki hidup dan tidak melakukan dosa lagi.
Demikianlah tata cara pengakuan dosa di dalam iman Katolik. Mari akui setiap dosa dan berbalik ke jalan yang benar. (BRP)
