Konten dari Pengguna

Tata Cara Penggunaan Garis Miring dalam EYD Edisi V yang Benar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tata Cara Penggunaan Garis Miring dalam EYD edisi V, Foto Pexels Andrea Piacquadio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tata Cara Penggunaan Garis Miring dalam EYD edisi V, Foto Pexels Andrea Piacquadio

Bahasa adalah sebuah media yang dipakai untuk berkomunikasi oleh masyarakat. Dengan bahasa, manusia bisa bertukar informasi dan menyampaikan ide-ide dalam pikiran ke manusia lainnya. Oleh sebab itu, bila tidak ada bahasa di dunia ini maka kehidupan manusia akan lebih sulit. Bahasa awalnya disampaikan secara lisan. Namun, lama-lama bahasa berkembang secara tulisan. Hal ini bisa memudahkan manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya secara tidak langsung. Akan tetapi, kita harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada. Berikut penggunaan garis miring dalam EYD edisi V untuk membantu Anda memahami peraturan penulisan bahasa Indonesia.

Tata Cara Penggunaan Garis Miring dalam EYD

EYD adalah singkatan dari Ejaan yang Disempurnakan. EYD berisi aturan-aturan yang harus diikuti pengguna dalam menulis bahasa Indonesia. EYD beberapa kali direvisi oleh pemerintah. Namun saat ini hadir EYD edisi V yang telah dipublikasikan oleh Badan Bahasa Kemdikbud pada tahun 2022 ini.

Terdapat beberapa aturan yang telah dipublikasikan dalam EYD edisi V ini, salah satunya aturan pengunaan garis miring. Inilah aturan penggunaan garis miring dalam EYD edisi V sesuai yang dikutip dalam ejaan.kemdikbud.go.id:

1. Tanda garis miring digunakan dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa 1 tahun yang terbagi dalam 2 tahun takwim.

Misalnya:

• Nomor: 7/PK/II/2022

• Jalan Kramat III/10

Ilustrasi Tata Cara Penggunaan Garis Miring dalam EYD edisi V, Foto Pexels Energepic.com-110473

2. Tanda garis miring digunakan sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap.

Misalnya:

• Semua organisasi harus memiliki AD/ART.

Kalimat di atas mempunyai arti 'Semua organisasi harus memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga'

• Dalam susunan kepanitiaan dia tercatat sebagai ketua/anggota.

Kalimat di atas mempunyai arti 'Dalam susunan kepanitiaan dia tercatat sebagai ketua dan anggota.'

3. Tanda garis miring digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Misalnya:

Asmara/n/dana merupakan salah satu tembang macapat budaya Jawa.

• Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank.

Itulah tata cara penggunaan garis miring dalam EYD edisi V. Semoga dapat membantu Anda dalam menulis bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (LOV)