Konten dari Pengguna

Tata Cara Penyembelihan Hewan secara Tradisional Sesuai Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Penyembelihan Hewan secara Tradisional Sesuai Ajaran Islam. Sumber: Unsplash/Tobias Schmucker
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Penyembelihan Hewan secara Tradisional Sesuai Ajaran Islam. Sumber: Unsplash/Tobias Schmucker

Tata cara penyembelihan hewan secara tradisional sesuai ajaran Islam harus diketahui oleh umat Muslim. Dalam agama Islam, segala aspek dalam kehidupan telah diatur. Hal tersebut termasuk hewan apa yang halal dikonsumsi dan bagaimana cara menyembelihnya.

Menyembelih hewan harus dilakukan dengan cara yang sudah ditentukan. Selain itu, hewan yang disembelih juga harus yang sesuai dengan syariat Islam.

Cara Penyembelihan Hewan secara Tradisional Sesuai Ajaran Islam

Ilustrasi Cara Penyembelihan Hewan secara Tradisional Sesuai Ajaran Islam. Sumber: Unsplash/Qamma Farm

Dikutip dari RINGKUS PAI (Ringkasan Khusus Pendidikan Agama Islam), Basar (2021:71-72), proses penyembelihan hewan harus dilakukan sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. Hewan yang disembelih dengan baik dan benar akan menjadi halal untuk dikonsumsi.

Apabila cara penyembelihannya tidak tepat, hewan tersebut tidak halal dikonsumsi. Hal inilah yang membedakan menyembelih dan mematikan hewan. Menyembelih harus dilakukan sesuai ketentuan, sedangkan mematikan bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Allah Swt. berfirman.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya.” (QS Al-Maidah ayat 3)

Berikut adalah tata cara penyembelihan hewan secara tradisional sesuai ajaran Islam.

  1. Jika yang akan disembelih merupakan hewan kurban atau akikah, maka yang diutamakan untuk menyembelih hewan tersebut adalah orang yang berkurban atau yang berakikah.

    Namun, jika orang tersebut tidak mampu melakukannya sendiri, bisa diwakilkan oleh orang lain dan orang tersebut dianjurkan untuk menyaksikan proses penyembelihan.

  2. Siapkan alat untuk menyembelih yang tajam seperti pisau atau golok. Apabila alat tersebut belum tajam, harus diasah terlebih dahulu. Tetapi, saat mengasah pisau tidak boleh terlihat oleh hewan yang akan dipotong. Rasulullah saw. bersabda.

    “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah)

  3. Posisikan hewan dalam kondisi berbaring atau dipegang dengan baik.

  4. Sebaiknya memposisikan hewan menghadap kiblat dengan posisi kepala di selatan.

  5. Baca basmalah sebelum menyembelih.

  6. Letakkan pisau di atas leher hewan.

  7. Saat pisau mulai memotong empat titik yang disyariatkan (tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher), dianjurkan untuk bertakbir (Allahu Akbar).

  8. Proses penyembelihan harus dilakukan dengan cepat dan pastikan empat titik yang disyariatkan sudah terputus.

  9. Tidak diperbolehkan mengangkat pisau sebelum empat titik yang disyariatkan benar-benar terputus. Jika pisau diangkat sedangkan masih ada titik yang belum terputus dan dilanjutkan memotong kembali, maka status hewan sembelihan sudah menjadi bangkai sehingga haram dikonsumsi.

  10. Tidak diperkenankan mematahkan leher hewan, selama hewan tersebut belum mati karena sembelihan.

Baca juga: Penjelasan Pengertian Aqiqah dan Qurban Lengkap dengan Dalilnya

Cara penyembelihan hewan secara tradisional sesuai ajaran Islam wajib diketahui oleh semua umat Muslim agar bisa melakukan proses ini dengan benar. Semoga bisa memberikan manfaat. (KRIS)