Konten dari Pengguna

Tata Cara Prosesi Pernikahan Adat Bugis yang Unik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prosesi pernikahan adat Bugis, sumber gambar oleh andriish22 dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prosesi pernikahan adat Bugis, sumber gambar oleh andriish22 dari Pixabay

Masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Suku Bugis Makassar jika melangsungkan pernikahan memiliki tata cara sendiri yang sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Seperti tradisi adat lainnya, Suku Bugis jika ada yang akan menikah harus mengikuti beberapa tahapan dan ritual yang memiliki makna masing-masing. Berikut ini adalah tata cara prosesi pernikahan adat Bugis yang unik.

Prosesi Pernikahan Adat Bugis

Ilustrasi prosesi pernikahan adat Bugis, sumber gambar oleh Vu Toan dari Pixabay

Ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh pengantin yang menikah menggunakan adat Bugis. Masing-masing tahapan memiliki arti dan nilai moral tersendiri baik untuk keluarga maupun untuk calon pengantin. Berikut adalah urutan prosesi pernikahan di adat Bugis.

  1. Mamani-manu yaitu prosesi yang dilakukan sebelum acara pernikahan, dimana calon pengantin laki-laki akan mendatangi orang tua calon pengantin perempuan dan meminta izin untuk mempersunting perempuan pujaannya sekaligus membicarakan uang panai dan mahar.

  2. Mapeetuada yaitu prosesi mengumukan telah disepakatinya hal-hal seperti tanggal pernikahan, mahar dan lain-lain.

  3. Mappasau Botting & Cemme Passih yaitu ritual merawat pengantin dan menjadi awal upacara pernikahan yang dilansungkan selama tiga hari berturut-turut sebelum hari H. Sedangkan Cemme Passih adalah mandi tolak balak yang dilakukan untuk memohon perlindungan dari Tuhan.

  4. Mappanre Temme yaitu prosesi khatal Al-Quran dan pembacaan barzanji yang dipimpin oleh seorang imam.

  5. Mappacci atau Tudammpenni yaitu prosesi siraman untuk membersihkan calon pengantin lahir dan batin.

  6. Mappenre Botting yaitu prosesi mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan.

  7. Madduppa Botting yaitu prosesi penyambutan kedatangan mempelai laki-laki yang biasanya dilakukan oleh dua orang penyambut, dua orang pakkusu-kusu, dua orang pallipa sabbe, dan seorang perempuan penebar wenno.

  8. Mappasikarawa atau Mappasiluka yaitu prosesi setelah akan pengantin pria dituntun menuju kamar pengantin perempuan untuk melakukan sentuhan pertama.

  9. Marola atau Mapparola yaitu prosesi melakukan kunjungan balasan ke rumah mempelai laki-laki.

  10. Mallukka Botting yaitu prosesi kedua pengantin menanggalkan busana pengantin mereka.

  11. Ziarah yaitu prosesi sehari setelah pernikahan berlangsung kedua pengantin bersama-sama dengan keluarga melakukan ziarah ke makam leluhur.

  12. Massita Beseng yaitu prosesi penutup acara pernikahan dimana kedua keluarga pengantin bertemu di rumah pengantin perempuan.

Jadi, itu adalah tata cara prosesi pernikahan adat Bugis yang unik dan masih lestari hingga sekarang meskipun sudah era modern. (WWN)