Konten dari Pengguna

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh dan Bacaan Niatnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara puasa ayyamul bidh. Sumber foto : www.pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara puasa ayyamul bidh. Sumber foto : www.pexels.com

Melakukan puasa sunnah tentunya akan meningkatkan keimanan kita pada Allah SWT dan juga mendapat pahala berlimpah serta menjadi pelengkap dari ibadah wajib. Kita semua mengenal beberapa puasa sunnah seperti puasa syawal, puasa daud, puasa tasua, Senin – Kamis, puasa ayyamul bidh dan lain sebagainya. Di artikel kali ini akan membahas tentang puasa ayyamul bidh.

Dikutip dari buku Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunah oleh Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia (2021), puasa sunnah merupakan amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan.

Puasa ayyamul bidh adalah puasa pada tanggal 13, 14, 15 dari bulan Hijriyah. Adapun hadits yang terkait dengan puasa sunnah ini sebagai berikut.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi, no. 761 dan An-Nasa’i, no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Dari Ibnu Milhan Al-Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ « هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ»

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud, no. 2449 dan An-Nasa’i, no. 2434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh dan Bacaan Niatnya

Ilustrasi puasa ayyamul bidh. Sumber foto : www.pexels.com

Berikut ini tata cara puasa ayyamul bidh

1. Membaca niat

Wajib hukumnya bagi umat muslim dalam melakukan ibadah diawali dengan niat karena Allah SWT. Melafalkan niat berpuasa bisa dilakukan di malam hari atau ketika makan sahur.

Bacaan niat puasa ayyamul bidh :

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:

"Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Sahur

Melakukan puasa berarti Anda disarankan untuk sahur. Hukum sahur adalah sunnah, apabila dikerjakan Anda bisa mendapatkan pahala, kalau tidak ya tidak apa-apa. Ringkasnya, puasa akan tetap sah walaupun tanpa sahur.

3. Menahan diri dari nafsu

Melakukan ibadah puasa berarti kita mesti menjaga diri dari nafsu. Saat puasa, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan adalah hal yang wajib dilakukan. Misalnya, dilarang makan, minum, berhubungan badan dengan suami-istri, mabuk dan lain sebagainya sebelum waktu buka puasa.

4. Berbuka

Saat mendengar adzan magrib, segeralah berbuka sebab menyegerakan berbuka hukumnya adalah wajib.

Namun perlu diingat dalam menjalankan puasa ayyamul bidh, dikecualikan berpuasa pada tanggal 13 Dzulhijjah (bagian dari hari tasyriq). Berpuasa pada hari tersebut diharamkan. Semoga ulasan di atas bisa membantu ya. (RAN)