News
·
22 September 2021 15:28
·
waktu baca 2 menit

Tata Cara Puasa Mutih Lengkap dengan Bacaan Niatnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Tata Cara Puasa Mutih Lengkap dengan Bacaan Niatnya (68001)
searchPerbesar
Ilustrasi Cara Puasa Mutih. (Foto: https://pixabay.com)
Puasa mutih merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa kuno atau tirakat kejawen. Dikutip dari buku Mistrik dan Makrifat Sunan Kalijaga yang ditulis oleh Achmad Chodjim (2003: 54), puasa mutih dan nawa merupakan puasa yang mengharuskan orang yang melaksanakannya untuk hanya makan makanan pokok yang tidak ada rasanya atau tawar, juga minumnya pun air tawar. Puasa mutih dan nawa dilakukan selama empat puluh hari, dan bangun waktu subuh sambil membaca kidung yang disertai sabar dan syukur, yang merupakan landasan bagi tercapainya kehendak dan timbulnya daya dari Allah.
ADVERTISEMENT
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai tata cara puasa mutih yang lengkap dengan bacaan niatnya.
Tata Cara Puasa Mutih Lengkap dengan Bacaan Niatnya (68002)
searchPerbesar
Ilustrasi Cara Puasa Mutih. (Foto: https://pixabay.com)

Bacaan Niat Puasa Mutih

Bacaan niat puasa mutih tentu disesuaikan dengan bahasa Jawa dan dibacakan setelah melaksanakan sholat isya dan sebelum fajar. Berikut bacaan niat puasa mutih:

Niat ingsun puasa mutih supaya putih bathinku, putih badanku, putih kaya dining banyu suci karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Puasa Mutih

Puasa mutih dan nawa dilakukan selama empat puluh hari, dan bangun waktu subuh sambil membaca kidung yang disertai sabar dan syukur, yang merupakan landasan bagi tercapainya kehendak dan timbulnya daya dari Allah.
Tata cara puasa mutih kerap kali dijalankan oleh calon pengantin dalam tradisi pengantin Jawa atau dilakukan ketika dalam keadaan senggang dengan memanfaatkan kesempatan sebelum datangnya kesempitan. Itulah yang disebut laku tirakat dalam khazanah Islam Jawa. Tirakat sendiri berasal dari kata thariqah, tarekat. Kidung tersebut juga dimaksudkan untuk membebaskan diri dari jeratan hutang.
ADVERTISEMENT
Kidung dibaca sebanyak sebelas kali pada tengah malam dengan syarat yang sama, yaitu puasa mutih dan nawa selama 40 hari. Berikut doa yang dibacakan pada pagi dan petang sebanyak tiga kali untuk membebaskan diri dari hutang:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِوَقَهْرِالرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah, saya berlindung kepada Engkau dari kesusahan dan kesedihan, saya berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan, saya berlindung kepada Engkau dari kepengecutan dan kekikiran, dan saya berlindung kepada Engkau dari himpitan hutang dan paksaan orang”.

Sama seperti puasa pada umumnya, puasa mutih juga dilakukan setelah imsak dan adzan subuh berkumandang dengan membacakan niat dahulu. Selama siang hari, kamu hanya diperbolehkan makan dan minum dengan yang berwarna putih saja. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020