Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat dan Doa yang Dibaca Nabi Muhammad Saw.

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, sholat terbagi menjadi dua macam, yakni sholat wajib atau fardhu dan sholat sunnah. Salah satu sholat sunnah yang dikerjakan pagi hari adalah sholat dhuha. Untuk melaksanakannya, tentunya terdapat tata cara sholat dhuha yang perlu diketahui.
Pasalnya, tanpa mengetahui tata cara yang tepat, maka ibadah yang dikerjakan sia-sia. Di sisi lain, setelah menunaikan sholat dhuha, terdapat bacaan doa yang diamalkan Nabi Muhammad Saw.
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat dhuha merupakan sholat yang dilaksanakan pada pagi hari. Lebih tepatnya setelah terbitnya matahari sampai sebelum waktu dzuhur. Akan tetapi, lebih baik dilaksanakan pada saat matahari sedang naik.
Dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap, Dr. Sa'id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani (2006), sholat dhuha dihukumi sunnat mu’alad. Pasalnya, Nabi Muhammad Saw. senantiasa mengerjakan dan mengajak sahabatnya untuk selalu mengerjakan.
Sebagaimana sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata,
“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)
Selain itu, dua rakaat sholat dhuha menjadi sedekah seluruh tubuh. Sebagaimana sebuah hadits dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersamba,
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 rakaat.” (HR. Muslim, no. 720).
Adapun tata cara sholat dhuha hampir sama dengan sholat dua rakaat pada umumnya, yakni:
1. Niat
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala"
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca Surah Al-Fatihah
5. Membaca surah atau ayat Al Qur'an
6. Rukuk
7. I'tidal
8. Sujud pertama
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Bangkit dan melaksanakan rakaat kedua sesuai yang dilakukan pada rakaat pertama
12. Tasyahud akhir
13. Salam
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah melaksanakan sholat dhuha, Nabi Muhammad Saw. biasa mengamalkan sebuah doa yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ
Allahummaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rahiim 100x
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali.” 100x (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 619)
Baca Juga: Manfaat Sholat Dhuha bagi Umat Muslim beserta Penjelasan Dalilnya
Demikianlah penjelasan tentang tata cara sholat dhuha dan bacaan doa setelahnya yang diamalkan Nabi Muhammad Saw. Mudah-mudahan penjelasan di atas bermanfaat dan dapat menjadi panduan dalam melaksanakan salah satu amalan sunnah yang satu ini. (MZM)
