Tata Cara Umroh untuk Perempuan Sesuai Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umrah adalah ibadah impian banyak umat muslim di seluruh dunia. Itulah mengapa banyak umat muslim Indonesia yang melakukannya bila ada kesempatan. Namun sebelum itu, ada berbagai hal yang perlu diketahui. Misalnya adalah tata cara umroh untuk perempuan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata cara ini. Salah satunya adalah berihram.
Tata Cara Umroh untuk Perempuan
Menurut buku Fikih Umrah Menurut Madzhab Imam Syafi’i, Wahyudi Ibnu Yusuf (2021: 1), secara syar’i, umrah merupakan aktivitas mengunjungi Ka’bah untuk melakukan ibadah tertentu dengan syarat-syarat tertentu.
Umrah memiliki berbagai perbedaan dengan haji. Salah satunya adalah waktu pelaksanaannya. Umrah dapat dilaksanakan sepanjang tahun, namun haji hanya pada bulan tertentu.
Namun layaknya ibadah haji, umrah juga memiliki tata cara pelaksanaan yang harus dipatuhi. Misalnya adalah tata cara umroh untuk perempuan dalam agama Islam berikut ini.
1. Mandi Junub
Sebelum masuk ke Makkah, jamaah perempuan bisa mandi junub terlebih dahulu jika memungkinkan. Hal ini mejadi simbol dari kebersihan serta kemurnian.
2. Berihram
Jamaah umrah wanita perlu berihran dari miqat dengan membaca niat sebagai berikut.
Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika Allahumma 'umratan.
3. Masuk ke Masjidil Haram
Setelah itu, jamaah wanita bisa masuk ke Masjidil Haram. Sembari masuk, ada doa yang bisa dibaca, yaitu.
A'uudzu billâhil 'azhiim wa biwajhihil kariim wa sulthaanihil qadiiim minas syaithaanir rajiim. Bismillaahi wal hamdulillaah. Allaahumma shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa muhammadin. Allaahummaghfirlii dzunuubii waftahlii abwaaba rahmatik.
4. Pergi ke Hajar Aswad
Di Masjidil Haram, jamaah bisa pergi ke Hajar Aswad. Di depan Hajar Aswad, jamaah dapat melafalkan kalimat takbir. Hajar Aswad juga bisa diusap dengan tangan kanan lalu dicium.
5. Thawaf
Thawaf adalah aktivitas memutari Ka’bah. Hal ini dilakukan sebanyak tujuh kali sembari berdzikir, membaca ayat Alquran, atau doa lainnya.
6. Sa’i
Sa'i adalah aktivitas berjalan kaki antara Safa dan Marwah. Aktivitas ini dilakukan sebanyak tujuh kali.
7. Tahallul
Tahallul dilakukan setelah sa’i. Caranya dengan memotong rambut depanjang satu ruas jari. Hal ini menjadi penanda berakhirnya ibadah umrah.
Baca juga: Syarat Umroh Sesuai Tuntunan agar Ibadah Diterima
Tata cara umroh untuk perempuan ini bisa menjadi referensi saat beribadah. Berbagai pertanyaan lainnya bisa diajukan kepada orang yang memahami agama, seperti ulama setempat. (LOV)
