Konten dari Pengguna

Teks Kultum Ramadhan Tentang Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilsutrasi teks kultum, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilsutrasi teks kultum, sumber foto: https://www.pexels.com/

Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu malam yang sangat istimewa di bulan Ramadhan karena keutamaannya jika kita bisa menjadi bagian dari orang-ornag yang mendapatkannya maka ganjaran yang akan kita terima lebih baik dari seribu bulan. Malam Lailatul Qadar dan amalan-amalan untuk menyambut serta mengisinya wajib kita ketahui agar kita bisa mengapainya.

Amalan untuk menyambut malam Lailatul Qadar yang di beberapa hadis dijelaskan akan datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan kultum atau ceramah setelah selesai sholat. Berikut ini adalah teks kultum Ramadhan mengenai amalan menyambut malam Lailatul qadar.

Teks Kultum Ramadhan Tentang Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar

Para jamaah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala

Malam seribu bulan, itulah yang dikenal dengan malam Lailatul Qadar. Malam yang super istimewa, yang diburu oleh setiap Muslim, khususnya mereka yang sangat mencari keuntungan akhirat.

Dari buku Mukjizat Lailatul Qadar, Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan, Arif M. Riswanto (2007: 103) disebutkan Lailatul Qadar adalah karunia yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, yang kualitasnya mengalahkan kualitas dan kuantitas ribuan tahun. Tidak ada orang yang akan mendapatkan Lailatul Qadar kecuali orang yang berusaha dengan keras untuk mendapatkannya dengan iman dan muhasabah, dan jika telah mendapatkannya, maka berkah yang sangat besar dan melimpah. Pada malam Lailatul Qadar, Jibril dan para malaikat diturunkan untuk menyebarkan rahmat dan segala doa dikabulkan.

Tahukah kita apa itu malam Lailatul Qadar?

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam sebuah surat yang sangat mulia, surat Al-Qadr yang menjelaskan sekaligus tentang kemuliaan malam tersebut. “Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam Al-Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam yang penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr[97]: 5)

Dikutip dari buku Fatsoen, Nurcholish Madjid (2002:123), Lailatul Qadar secara hafiah memiliki banyak arti seperti “Malam Penentuan” atau “Malam Kepastian”, jika kata-kata qadr difahami sama dengan kata-kata taqdir. Ada juga yang megartikan malam lailatul qadar dengan “Malam Kemahakuasaan” yakni kemahakuasaan tuhan, jika kata-kata qadr difahami sama asal dengan kata-kata al-Qadir yang artinya “Yang Maha Kuasa”, salah satu sifat Allah.

Untuk mengisi sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sekaligus untuk mendapatkan keutamaan dari malam Lailatul Qadar ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan. Yang pertama adalah membaca Al-Quran sembari ber itikaf di masjid. Itikaf sendiri adalah momen di mana kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah di masjid.

Amalan yang kedua adalah melakukan sholat malam, setelah salat tarawih dan tadarusan, kita bisa tidur terlebih dahulu. Lalu saat tengah malam atau menjelang sahur kita bangun untuk menunaikan salat malam. Dengan menunaikan ibadah salat malam ini, maka peluang untuk mendapat malam lailatul qadar juga akan meningkat.

Amalan selanjutnya adalah memperbanyak doa agar mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar. Jadi di sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan kita harus istiqomah dalam menjalankan ibadah dan amalan-amalan sunnah sembari berharap bisa mendapatkan keutamaan dari malam Lailatul Qadar.

Membaca, memahami dan mengamalkan Alquran juga merupakan amalan sunnah menyambut malam Lailatul Qadar. Dalam surat Al Baqarah ayat 185 disebutkan:

“bulan Ramadhan, bulan yang diturunkannya (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)". Mengutip isi hadist Rasulullah sendiri bersabda bahwasanya membaca kitabullah (al-Qur’an) dapat mendatangkan rahmat Allah SWT.(WS)