Konten dari Pengguna

Tentang Padi dan Cara Menanam Bibit Padi Menjadi Padi yang Menguning

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tentang Padi dan Cara Menanam Bibit Padi Menjadi Padi. Sumber: Unsplash/Fajruddin Mudzakkir
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tentang Padi dan Cara Menanam Bibit Padi Menjadi Padi. Sumber: Unsplash/Fajruddin Mudzakkir

Tentang padi dan cara menanam bibit padi menjadi padi yang menguning meliputi proses panjang. Kondisi itu dapat terjadi karena ada banyak tahapan untuk menanam bibit padi hingga tanaman tersebut memasuki masa panen.

Tahap paling awal dari rangkaian proses menanam padi adalah persemaian. Persemaian merupakan tahap yang menentukan pertumbuhan padi di sawah. Jika persemaian menggunakan bibit yang bagus dan berhasil, tanaman padi pun akan tumbuh baik.

Tentang Padi dan Cara Menanam Bibit Padi Menjadi Padi

Ilustrasi Tentang Padi dan Cara Menanam Bibit Padi Menjadi Padi. Sumber: Unsplash/Sandy Zebua

Padi merupakan tanaman paling penting bagi kebanyakan penduduk negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Alasan utamanya adalah padi merupakan tanaman yang menghasilkan beras.

Beras itu sendiri adalah salah satu makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika topik tentang padi dan cara menanam bibit padi menjadi padi banyak dibahas di Indonesia.

Secara umum, menanam padi serupa dengan menanam tanaman lain yang meliputi persemaian, persiapan lahan, pemeliharaan, dan pemanenan. Walaupun demikian, langkah-langkahnya tidak mutlak sama alias ada perbedaan.

Berikut adalah penjelasan mengenai cara menanam bibit padi menjadi padi hingga menjadi padi yang menguning.

1. Persemaian

Dikutip dari buku Pengantar Teknologi Budidaya Tanaman Serealia Jagung dan Padi, Edy (2022: 105), membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian membutuhkan persiapan yang sangat baik.

Persiapan sangat diperlukan karena menentukan pertumbuhan padi di sawah. Jadi, penanam padi perlu memilih benih kualitas bagus serta media semai yang tepat agar bibit sehat serta subur.

2. Persiapan Tanah Sawah

Setelah menyemai bibit padi, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan tanah sawah atau lahan. Tahap ini meliputi sejumlah proses, antara lain:

  • Pembersihan;

  • Pencangkulan;

  • Pembajakan; serta

  • Penggaruan.

3. Penanaman

Penanaman merupakan tahap yang dilakukan setelah lahan dan bibit siap. Bibit siap ditanam ketika sudah berumur 17 – 25 hari serta berdaun 5 – 7 helai.

Mengutip dari buku yang sama, Edy (2022: 112), hal-hal yang harus diperhatikan dalam menanam padi, yaitu:

  • Sistem larikan (cara tanam);

  • Jarak tanam;

  • Hubungan tanaman;

  • Jumlah tanaman tiap lubang;

  • Kedalaman menanam bibit.

  • Cara menanam.

4. Pemeliharaan

Tahap selanjutnya dari menanam padi adalah pemeliharaan. Pemeliharan tanaman padi meliputi penyulaman, pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama yang dilakukan secara terus-menerus hingga padi mulai menguning dan siap panen.

5. Proses Panen

Panen merupakan tahap akhir dari rangkaian proses menanam padi. Ciri padi yang siap panen ada banyak. Tiga di antaranya, yaitu:

  • Daun padi sudah mengering.

  • Gabah sudah berwarna kuning.

  • Gabah mudah rontok jika diremas dengan tangan.

Baca juga: Mengetahui Nama Ilmiah Padi dengan Kata Petunjuk Oryza

Berdasarkan ulasan di atas, diketahui bahwa tentang padi dan cara menanam bibit padi menjadi padi merupakan pembahasan yang panjang. Kondisi itu terjadi karena ada banyak tahap yang diperlukan dalam proses menanam padi hingga panen. (AA)