Teori Perdagangan Internasional menurut Para Ahli dan Manfaatnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti yang kita ketahui, manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pokok kehidupan manusia dan perdagangan internasional menjadi salah satunya. Nah, dalam artikel berikut akan memberikan beberapa teori perdagangan internasional menurut ahli dan manfaatnya.
Dengan begitu, kita tidak bingung lagi saat menerima informasi atau berita tentang perdagangan internasional. Selain itu, kita dapat memahami dampak secara langsung dari perdagangan internasional.
Baca Juga: Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Perdagangan Internasional
Teori Perdagangan Internasional menurut Para Ahli dan Manfaatnya
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang terjadi antara dua negara atau lebih. Perdagangan luar negeri merupakan aspek penting bagi perekonomian suatu negara. Perdagangan internasional menjadi semakin penting tidak hanya dalam pembangunan negara yang berorientasi keluar akan tetapi juga dalam mencari pasar di negara lain, bagi hasil-hasil produksi di dalam negeri serta pengadaan barang-barang modal guna mendukung perkembangan industri di dalam negeri.
Perdagangan internasional diawali dengan pertukaran atau perdagangan tenaga kerja dengan barang dan jasa lainnya. Dasar dalam perdagangan internasional adalah adanya perdagangan barang dan jasa antara dua negara atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Perdagangan ini terjadi apabila terdapat permintaan dan penawaran pada pasar internasional.
Dikutip dari buku International Economics oleh Dominick Salvalore (2014), terdapat beberapa teori tentang perdagangan internasionalmenurut para ahli yaitu:
Teori Merkantilisme
Teori merkantilisme merupakan negara bisa mendapatkan keuntungan dari perdagangan internasional hanya dengan mengorbankan negara-negara lain. Sebagai hasilnya, mereka menganjurkan pembatasan impor, insentif untuk ekspor, dan peraturan pemerintah yang ketat untuk semua kegiatan ekonomi.
Teori Keunggulan Absolut Adam Smith
Menurut Adam Smith, perdagangan antara dua negara didasarkan pada keunggulan absolut. Ketika satu negara lebih efisien daripada atau memiliki keunggulan absolut atas yang lain dalam produksi satu komoditas tetapi kurang efisien daripada atau memiliki kelemahan absolut terhadap negara lain dan memproduksi komoditas yang kedua.
Kedua negara dapat mendapatkan manfaat dengan masing-masing mengkhususkan diri dalam produksi komoditas yang memiliki keunggulan absolut dan bertukar hasil dengan negara lain untuk komoditas yang memiliki kelemahan absolut.
Teori Keunggulan Komparatif
David Ricardo memperkenalkan hukum keunggulan komparatif bahwa jika satu negara kurang efisien dibandingkan negara lain dalam produksi kedua komoditas, masih ada landasan untuk perdagangan yang saling menguntungkan (asalkan kelemahan absolut negara pertama yang berkaitan dengan yang kedua adalah tidak dalam proporsi yang sama di kedua komoditas).
Hukum keunggulan komparatif inilah yang menjadi dasar bagi suatu negara untuk saling menukarkan komoditi melalui ekspor dan impor.
Manfaat Perdagangan Internasional
Perdagangan terjadi karena adanya manfaat yang didapatkan dari penjual maupun pembeli. Hal ini juga berlaku pada perdagangan internasional. Adapun manfaat perdagangan internasional di antaranya adalah:
Memenuhi Kebutuhan Negara
Adanya perdagangan internasional membantu sebuah negara dalam memenuhi kebutuhannya. Pasalnya, negara tidak dapat secara mandiri memenuhi seluruh kebutuhan warga. Di sisi lain, negara lain memiliki kelebihan produksi dan perlu menjualnya ke negara yang membutuhkan.
Meningkatnya Jumlah Produksi
Seperti penjelasan di atas, apabila permintaan dari luar negeri semakin tinggi, maka akan mendorong pengusaha atau produsen memproduksi lebih banyak. Hasilnya adalah menambah pendapatan dan membuka peluang tenaga kerja.
Semakin Majunya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dengan meningkatnya permintaan dari luar negeri, maka permintaan produksi semakin tinggi. Secara tidak langsung, negara produksi harus mencari alat yang lebih canggih agar produksi semakin cepat dan efisien.
Spesialisasi Produksi
Dengan semakin banyaknya perdagangan yang ada, membuat sebuah negara memiliki banyak pilihan. Akhirnya adalah terjadi persaingan dan menimbulkan penawaran dengan kualitas yang tinggi. Dampaknya adalah terciptanya spesialisasi produksi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan sebuah negara.
Adanya peradangan internasional membuat hubungan antar negara saling menguntungkan. Sebab, negara produksi bisa mendapatkan pendapatan dari negara konsumen. Sementara negara konsumen dapat memenuhi apa yang dibutuhkan.(MZM)
