Konten dari Pengguna

Tiga Kriteria Makanan yang Halal, Pemeluk Islam Perlu Tahu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tiga Kriteria Makanan yang Halal. Sumber: Unsplash/Rachel Park
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tiga Kriteria Makanan yang Halal. Sumber: Unsplash/Rachel Park

Islam memberi penjelasan tentang berbagai unsur kehidupan secara jelas, termasuk makanan. Umat muslim hanya boleh mengonsumsi minuman dan makanan halal. Seiring dengan keharusan tersebut umat muslim perlu memahami tiga kriteria makanan yang halal.

Pemahaman tersebut membantu pemeluk Islam untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bagi tubuh yang sesuai dengan ajaran agama. Halal menurut Islam bukan hanya tentang bahan baku, melainkan juga tentang cara mendapatkannya.

Tiga Kriteria Makanan yang Halal, Umat Islam Perlu Memahaminya

Ilustrasi Tiga Kriteria Makanan yang Halal. Sumber: Unsplash/Brenda Godinez

Setiap muslim tentu pernah mendengar atau bahkan telah memahami bahwa Islam hanya memperbolehkan minuman dan makanan halal bagi pemeluknya. Makanan halal merupakan makanan yang boleh dikonsumsi berdasarkan ketentuan syariat Islam.

Makanan halal menurut pandangan Islam mempunyai tiga kriteria. Berikut adalah tiga kriteria makanan yang halal.

1. Halal berdasarkan Wujudnya

Dikutip dari buku Industri Kreatif Kuliner Halal, Ismail (2024: 91), halal menurut wujudnya, antara lain:

  • Makanan yang disebut halal oleh Allah dan rasul-Nya.

  • Makanan yang tidak kotor atau tidak menjijikkan.

  • Makanan yang tidak mendatangkan mudarat (kerugian), tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan akidah.

2. Halal berdasarkan Cara Mendapatkannya

Islam juga mengharuskan makanan dan minuman tersebut halal berdasarkan cara mendapatkannya. Salah satu contoh cara mendapatkan makanan yang halal adalah membeli dengan uang yang diperoleh secara halal.

Contoh makanan halal, tetapi cara mendapatkannya haram, yaitu:

  • Mencuri ikan di pasar.

  • Memakan makanan yang bukan milik orang lain, terlebih lagi bila tanpa izin orang tersebut.

  • Membeli daging sapi dengan uang hasil kejahatan, seperti mencuri, merampas, dan cara haram lainnya.

3. Halal berdasarkan Cara Mengolahnya

Mengutip dari buku yang sama karya Ismail (2024: 92), makanan dan minuman yang secara kandungan halal dapat berubah menjadi haram jika proses pengelolaannya tidak dijalankan sesuai syariat Islam. Beberapa contoh makanan tidak halal, yaitu:

  • Sapi halal, tetapi bisa menjadi tidak halal (haram) jika disembelih tidak mengatasnamakan Allah Swt.

  • Anggur halal, tetapi bisa menjadi haram jika anggur diproses untuk menjadi minuman keras yang mengandung alkohol.

Baca juga: Jenis-Jenis Makanan Halal dalam Islam beserta Keutamaannya

Jika sudah mengetahui tiga kriteria makanan yang halal, umat muslim dapat lebih mudah untuk memilah makanan dan/atau minuman yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Segala sesuatu yang halal tentu mendapatkan manfaat. Wallahu a’lam bishawab. (AA)

Temukan berita dan insight terbaru soal gaya hidup halal hanya di kumparan.com/HalalLiving