Konten dari Pengguna

Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Program Politik Etis Atau Politik Balas Budi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Program Politik Etis Atau Politik Balas Budi. Foto: dok. Mufid Majnun (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Program Politik Etis Atau Politik Balas Budi. Foto: dok. Mufid Majnun (Unsplash)

Tokoh kebangkitan nasional muncul karena program politik etis atau politik balas budi, di antaranya ada Dr. Sutomo, Ir. Soekarno, dan masih banyak lagi. Kemunculan tokoh-tokoh kebangkitan nasional ini wujud keberhasilan program yang dilaksanakan dalam Politik Etis.

Sebelum mengetahui siapa saja tokoh kebangkitan nasional yang muncul sebab adanya program politik balas budi atau politik etis, kita perlu mengetahui seperti apa program yang dijalankan dalam politik etis.

Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Program Politik Etis Atau Politik Balas Budi di Indonesia

Ilustrasi Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Program Politik Etis Atau Politik Balas Budi. Foto: dok. Mufid Majnun (Unsplash)

Politik etis yang dalam bahasa belanda disebut dengan Ethische Politiek merupakan program yang dijalankan oleh Ratu Wilhelmina. Politik etis ini dijalankan karena pihak Belanda merasa memiliki hutang budi.

Dalam buku berjudul Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI yang disusun oleh Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum.; Arif Pradono, S.S., M.I.Kom., disebutkan bahwa Politik Etis adalah adanya pandangan bahwa pemerintah kolonial memiliki tanggung jawab moral terhadap kesejahteraan bumiputera.

Pandangan tersebut merupakan kritik terhadap sistem tanam paksa dan tidak adanya perbaikan terhadap kesejahteraan rakyat bumiputra pada masa ekonomi liberal. Kebijakan politik etis yang juga disebut dengan Trias Van deventer ini memiliki tiga program utama yaitu irigasi, edukasi, dan transmigrasi.

Ketiga kebijakan ini awalnya dijalankan untuk menguntungkan kaum pribumi. Kebijakan yang dijalankan dalam politik balas budi merupakan wujud perhatian pemerintah kolonial terhadap bumiputera.

Program irigasi atau perairan yang dijalankan dengan tujuan untuk membangun dan memperbaiki pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian. Program transmigrasi juga dijalankan untuk menyebarkan penduduk sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi lebih merata.

Sementara itu, program edukasi dijalankan dengan tujuan untuk memperluas dan memudahkan akses pendidikan agar bumiputera teredukasi secara merata. Namun beberapa kebijakan dari Politik Etis tersebut membuat kaum pribumi menjadi menderita.

Hal tersebut terjadi karena adanya penyalahgunaan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda. Dari ketiga program politik etis yang dijalankan, hanya program edukasi yang dapat dikatakan menguntungkan kaum bumiputera meskipun akses pendidikan tetap dibatasi untuk kalangan bawah.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tokoh-tokoh kebangkitan nasional yang muncul karena program politik etis atau program politik balas budi, yaitu Dr. Sutomo, HOS Cokroaminoto, Ir. Sukarno, Moh. Hatta, dan lain-lainnya. Kemunculan tokoh-tokoh kebangkitan nasional ini terwujud melalui program pendidikan atau edukasi dari Politik Etis.

Program pendidikan dalam politik etis diwujudkan dengan pembangunan berbagai lembaga pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), serta Hoogere Burgerschool (HBS).

Baca juga: Pelaksanaan Politik Etis dalam Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia

Demikian pembahasan singkat mengenai tokoh-tokoh kebangkitan nasional yang muncul karena politik etis atau politik balas budi.