Tokoh Wali Songo yang Menggunakan Wayang Kulit untuk Menyebarkan Islam

Konten dari Pengguna
27 September 2022 20:26
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi: Tokoh Wali Songo yang Menggunakan Wayang Kulit untuk Menyebarkan Islam Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Tokoh Wali Songo yang Menggunakan Wayang Kulit untuk Menyebarkan Islam Sumber: pixabay.com
ADVERTISEMENT
Wali Songo sangat berperan aktif sebagai pionir orang-orang yang mendapatkan keutamaan untuk menyebarkan ajaran Agama Islam di Indonesia. Wali Songo menyebarkan ajaran Islam dalam dengan media dakwah. Tak terkecuali dengan media wayang kulit digunakan oleh wali untuk menyebarkan Islam. Wayang kulit digunakan oleh wali untuk menyebarkan islam dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Mengapa menggunakan wayang? Simak ulasan berikut.
ADVERTISEMENT

Sunan Kalijaga Tokoh Wali Songo yang Menyebarkan Islam dengan Media Wayang

Tokoh Wali Songo biasa juga disebut dengan 9 Wali. Peran Wali Songo dalam Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), berandil besar untuk pertumbuhan persebaran ajaran Agama Islam di sejumlah daerah di Nusantara. Tak ayal, materi pelajaran tentang Wali Songo terus dipelajari oleh siswa-siswi dari sekolah maupun tingkat perguruan tinggi.
Tokoh Wali Songo disebut dengan panggilan "Sunan". Para Sunan ini, berupaya semaksimal mungkin untuk mendekati masyarakat Indonesia, dengan berbagai cara-cara yang santun, bahkan dapat dikatakan menyesuaikan dengan keanekaragaman budaya di Indonesia. Salah satunya adalah Sunan Kalijaga, tokoh Wali Songo yang menggunakan wayang kulit untuk menyebarkan Islam.
Mengutip buku Bahagia Bersama Gus Baha karya Khoirul Anam (31:2022), diceritakan oleh Gus Baha, ketika Sunan Kalijaga menciptakan wayang untuk mendakwahkan Islam, Sunan Giri bereaksi keras dengan menyebut bahwa wayang haram hukumnya dalam Islam. Kala itu, wayang yang digunakan Sunan Kalijaga berbentuk menyerupai manusia. Masyarakat Jawa menyebut wayang yang demikian dengan wayang tenghul.
ADVERTISEMENT
Saat itu Sunan Giri tidak menerima hal tersebut, menurutnya membuat wayang hukumnya haram. Saat itu, Sunan Kalijaga pertama kali menciptakan wayang dari kulit lembu. Sunan Giri mengungkapkan, dikhawatirkan nantinya wayang yang berbentuk menyerupai manusia tersebut akan meminta nyawa kelak nanti di akhirat.
Dalam suasana perdebatan tersebut, Sunan Kudus menengahi keadaan dengan memberikan solusi agar wayang dibuat dengan bentuk yang pipih atau gepeng seperti halnya wayang kulit.

Mengapa Wayang Digunakan sebagai Sarana Penyebaran Agama Islam?

Dikutip dari Buku Intisari SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) karya Siti Wahidoh (68:2020) kesenian wayang kulit yang awalnya berisi kisah-kisah cerita Hindu, oleh Sunan Kalijaga, kisah-kisah tersebut diganti dengan kisah-kisah yang berisikan ajaran islam.
Alasan mengapa wayang digunakan sebagai media penyebaran Agama Islam ialah karena pada saat itu, masyarakat Indonesia sangat menyukai pertunjukan wayang. Hal tersebut diperkirankan sengaja dibuat oleh Sunan Kalijaga untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa, yang kala itu masih memeluk agama Hindu dan Budha. Cara itu terbukti menarik masyarakat Jawa yang masih mengenal animisme dan dinamisme untuk mengenal Islam.
Ilustrasi: Tokoh Wali Songo yang Menggunakan Wayang Kulit untuk Menyebarkan Islam Sumber: unsplash.com.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Tokoh Wali Songo yang Menggunakan Wayang Kulit untuk Menyebarkan Islam Sumber: unsplash.com.com
Dalam mementaskan wayang, Sunan Kalijaga yang memilili nama asli Raden Syahid ini populer dengam lakon yang kisah-kisah carangan (improvisasi dari pakem). Beberapa yang terkenal adalah lakon Dewa Ruci, yang ditafsirkan sebagai kisah Nabi Khidir as. Berikut adalah lakon wayang yang dijadikan topik dakwah oleh Sunan Kalijaga:
ADVERTISEMENT
  • Jimat Kalimasada tak lain merupakan perlambang dari kalimat syahadat.
  • Pandawa lima ditafsirkan sebagai rukun Islam.
  • Adat kebiasaan kenduri pun dijadika sarana syiar.
  • Puja-puji dalam sesaji kebiasaan Agama Hindu dan Agama Budha diganti dengan doa dan bacaan dari kitab suci al-Quran.
Kembali kepada jalan tengah yang diambil Sunan Kudus ketika menengahi perdebatan soal penggunaan media wayang untuk berdakwah, hal ini dianggap sebagai bahwa hukum-hukum fikih bisa dimodifikasi atau disesuaikan demi kebaikan bersama. Dalam hal ini ialah, agama sejak awal dimaksudkan untuk menanamkan kebaikan.
Demikian ulasan tentang wayang kulit digunakan oleh wali untuk menyebarkan Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat. (ANG)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020