Tradisi Gerebeg Maulud yang Dilaksanakan di Keraton Yogyakarta

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perayaan Gerebeg Maulud yang dilaksanakan di Keraton Yogyakarta berisikan pembacaan riwayat nabi dan ceramah agama dilaksanakan pada malam tanggal 12 Rabiulawal. Rabiulawal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah.
Jika melihat kalender Hijriah tahun 1446, tanggal 12 Rabiulawal bertepatan dengan tanggal 16 September 2024. Kondisi itu berarti bahwa Grebeg Maulud bisa saja diselenggarakan pada hari Senin, 16 September 2024.
Perayaan Gerebeg Maulud yang Dilaksanakan di Keraton Berisikan Pembacaan Riwayat Nabi dan Ceramah Agama dilaksanakan pada Malam Tanggal 12 Rabiulawal
Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan tradisi karena hampir setiap wilayah serta suku di dalamnya mempunyai ciri khas tersendiri. Salah satu contoh adalah keberadaan tradisi yang berupa Perayaan Grebeg Maulud di Yogyakarta.
Dikutip dari buku Kearifan Lokal Jawa Tengah: Tak Lekang oleh Waktu, Susilorini (2022: 304), Grebeg Maulud merupakan acara sekaten yang digunakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw.
Mengutip dari buku yang sama, Susilorini (2022: 304), Grebeg Maulud berasal dari masa Kerajaan Demak, yakni ketika Walisongo menyebarkan agama Islam di Jawa. Tradisi Grebeg Maulud masih terus lestari di Yogyakarta hingga masa kini.
Perayaan Gerebeg Maulud yang Dilaksanakan di Keraton Berisikan Pembacaan Riwayat Nabi dan Ceramah Agama dilaksanakan pada malam tanggal 12 Rabiulawal. Rabiulawal merupakan nama bulan ketiga dalam kalender Hijriah.
Tanggal dalam kalender Hijriah tentu berbeda dengan kalender Masehi. Tanggal 12 Rabiulawal 1446 Hijriah akan bertepatan dengan tanggal 16 September 2024.
Tradisi yang Terdapat dalam Grebeg Maulud
Grebeg Maulud sebagai salah satu kebudayaan di Pulau Jawa tentu mempunyai rangkaian tradisi dalam pelaksanaannya. Berikut adalah macam-macam tradisi yang biasanya terdapat dalam Perayaan Grebeg Maulud Yogyakarta
Acara diawali dengan parade oleh para pengawal istana.
Pasukan melakukan parade muladi dari halaman utara Kemandungan sampai ke Pagelaran di alun-alun utara.
Pada pukul 10, tujuh Gunungan akan dibawa meninggalkan Keraton Yogyakarta.
Ketika parade menyeberangi alun-alun utara, tembakan salvo serta sorakan pengawal akan menyambut kedatangan gunungan. Prosesi yang riuh itu kemudian menjadi cikal bakal istilah Grebeg.
Baca juga: Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia
Kini jelas bahwa Perayaan Gerebeg Maulud yang dilaksanakan di Keraton Yogyakarta berisikan pembacaan riwayat nabi dan ceramah agama dilaksanakan pada malam tanggal 12 Rabiulawal. Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal 16 September 2024. (AA)
