Konten dari Pengguna

Tujuan dari Dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen dan Maknanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Tujuan dari Dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen                           Sumber Unsplash/Redd F
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Tujuan dari Dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen Sumber Unsplash/Redd F

Apa tujuan dari dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen? Pertanyaan ini ditujukan untuk tenaga pendidik yang ada di sekolah.

Diane Gossen adalah ahli pendidikan dari Kanada. Dalam bukunya, ia mengenalkan Segitiga Restitusi yang terdiri dari 3 tahapan dengan tujuan dan maknanya masing-masing.

Apa Tujuan dari Dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen? Pahami Penjelasannya

Ilustrasi Apa Tujuan dari Dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen Sumber Unsplash/Ivan Aleksic

Segitiga Restisusi adalah proses untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan peserta didik. Diambil dari buku From Nothing to Something, Rita Noviani (2022:110), berikut adalah jawaban untuk soal apa tujuan dari dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen adalah untuk menstabilkan identitas.

Bagian dasar dari Segitiga Restitusi bertujuan untuk mengubah identitas siswa, dari orang yang gagal karena melakukan kesalahan, menjadi orang yang sukses.

Siswa yang sedang mencari perhatian, adalah siswa yang sedang mengalami kegagalan. Dia mencoba untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, namun terdapat benturan.

Makna dari menstabilkan identitas dalam dasar Segitiga Restitusi Sisi 1, yaitu ketika seseorang merasa sedih dan emosional, mereka tidak bisa mengakses bagian otak yang berfungsi untuk berpikir rasional.

Saat itulah, momen yang tepat untuk menstabilkan identitas siswa. Sebelum terjadi hal-hal lain yang bisa memperburuk keadaan.

Tentu akan sulit melakukan restitusi bila siswa yang berbuat salah terus berfokus pada kesalahannya. Ada 3 alasan untuk ini, yaitu:

  1. Rasa bersalah membutuhkan energi yang sama dengan energi yang dibutuhkan untuk mencari penyelesaian masalah.

  2. Ketika merasa bersalah, terjadi identitas kegagalan. Dalam kondisi ini, orang akan cenderung untuk menyalahkan orang lain atau mempertahankan diri, daripada mencari solusi.

  3. Perasaan bersalah hanya akan menjadi perangkap masa lalu, ketika sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Manusia hanya bisa mengontrol apa yang akan terjadi di masa kini dan masa datang.

Guru sebaiknya membantu siswa untuk tenang dan kembali ke suasana hati, ketika proses belajar dan penyelesaian masalah bisa dilakukan. Cara yang bisa dilakukan untuk meyakinkan siswa, dengan cara mengatakan kalimat-kalimat seperti ini.

  1. Berbuat salah itu tidak apa-apa.

  2. Tidak ada manusia yang sempurna.

  3. Saya juga pernah melakukan kesalahan seperti itu.

  4. Kita bisa menyelesaikan ini.

  5. Bapak/Ibu tidak tertarik mencari siapa yang salah, tapi Bapak/Ibu ingin mencari solusi dari permasalahan ini.

  6. Kamu berhak merasa begitu.

  7. Apakah kamu sedang menjadi teman yang baik buat dirimu sendiri?

Baca juga: Sisi-Sisi dari Segitiga Restitusi dan Contohnya

Apa tujuan dari dasar Segitiga Restitusi Sisi 1 menurut Diane Gossen? Tujuannya untuk menstabilkan identitas siswa di saat dalam kondisi emosional. (DK)