Konten dari Pengguna

Tujuan Pemberian Kapur pada Kolam Tradisional

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan pemberian kapur pada kolam tradisional adalah. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Tujuan pemberian kapur pada kolam tradisional adalah. Sumber: unsplash.com

Dalam pembuatan kolam tradisional, terdapat beberapa tahapan yang harus Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan kapur pada area tanah yang akan menjadi kolam tradisional tersebut. Adapun salah satu tujuan pemberian kapur pada kolam tradisional adalah untuk menaikkan pH tanah.

Untuk Anda yang tertarik ingin tahu informasi selengkapnya tentang tujuan pemberian kapur pada kolam, simak artikel ini sampai akhir.

Baca Juga: 4 Keuntungan Budidaya Ikan Mas yang Menggiurkan

Tujuan Pemberian Kapur pada Kolam Tradisional

Tujuan pemberian kapur pada kolam tradisional. Sumber: unsplash.com

Mengutip dari buku Panduan Budi Daya Lele dalam Ember karya Azmya Anwar (2021:22), salah satu tujuan pemberian kapur pada kolam tradisional adalah untuk membunuh bakteri dan parasit yang ada di dalam kolam. Hal ini perlu dilakukan untuk bantu mencegah munculnya sumber penyakit pada kolam tersebut.

Selain itu, pemberian kapur juga bertujuan untuk menaikkan tingkat pH air dan tanah, memperbaiki unsur mikroorganisme atau plankton, mengikat kelebihan karbondioksida yang disebabkan oleh pernapasan ikan, mengikat lumpur yang melayang di atas air, menjadi media penjernih air, serta meningkatkan kesuburan pada kolam tradisional tersebut.

Melihat pernyataan di atas, tidak heran jika pemberian kapur ini menjadi salah satu langkah penting yang wajib Anda lakukan saat membuat kolam tradisional.

Adapun beberapa jenis kapur yang bisa digunakan untuk kolam tradisional adalah sebagai berikut.

  1. Kapur dolomite, yakni jenis kapur yang mempunyai kandungan kalsium dan magnesium tinggi. Umumnya, jenis kapur ini digunakan untuk pengapuran dasar kolam.

  2. Kapur kalsit, yakni jenis kapur yang mempunyai kandungan magnesium lebih sedikit dibandingkan dengan kapur dolomite yang mempunyai kadar magnesium cukup tinggi.

  3. Kapur tohor, yakni jenis kapur yang diambil dari pegunungan. Para pembudidaya kerap menyebutnya sebagai kapur sirih karena cara pembuatannya yang dibakar.

Perlu Anda ketahui bahwa setiap jenis kapur tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Jadi, pastikan Anda sudah mengetahui kadar keasaman tanah pada kolam yang dibuat.

Dengan begitu, maka Anda akan lebih mudah dalam menentukan jenis kapur yang sesuai dengan kebutuhan agar tidak merusak kesuburan alami tanah.

Demikian informasi singkat tentang tujuan pemberian kapur pada kolam tradisional yang menarik untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat. (Anne)