Tujuan Pembuatan Cagar Alam dan Contohnya di Indonesia

Konten dari Pengguna
5 Maret 2023 17:59
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sebuah cagar alam dan ekosistem yang ada di dalamnya. Foto: Unsplash/Bibhash (Knapsnack.life) Banerjee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sebuah cagar alam dan ekosistem yang ada di dalamnya. Foto: Unsplash/Bibhash (Knapsnack.life) Banerjee
Di dunia ini, berisi berbagai ragam makhluk hidup yang saling berdampingan satu sama lain. Akan tetapi, untuk menjaga kelestarian sebuah tempat, pemerintah membangun sebuah wilayah yang bernama cagar alam. Hal ini disebabkan karena pembuatan cagar alam bertujuan untuk melindungi ekosistem.
Kenapa ekosistem perlu dijaga dan apa dampak jika ekosistem berubah. Apakah manusia akan mendapatkan dampaknya?

Pembuatan Cagar Alam Bertujuan untuk Apa?

Ilustrasi cagar alam dan hewan yang mendiaminya. Foto: Unsplash/elCarito
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cagar alam dan hewan yang mendiaminya. Foto: Unsplash/elCarito
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cagar alam adalah perlindungan untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan, binatang, dan sebagainya; lindungan. Sedangkan di dalam UU No. 5 Tahun 1990, cagar alam adalah adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa cagar alam adalah tempat perlindungan makhluk hidup yang dibuat secara alami. Maka dari itu, cagar alam tidak diperbolehkan untuk menjadi tempat pariwisata.

Tujuan Cagar Alam

Dr. Sarintan E. Damanik, M.Si. dalam bukunya Pengelolaan Kawasan Konservasi (2020: 19), tujuan dari dibentuknya cagar alam adalah untuk melindungi ekosistem yang terdapat di dalam wilayah agar tetap lestari dan tidak punah. Adapun manfaat dan fungsi dari cagar alam adalah:
  • Untuk melestarikan flora dan fauna.
  • Melindungi flora dan fauna dari kepunahan.
  • Untuk menjaga kesuburan tanah
  • Dapat dijadikan sebagai tempat wisata.
  • Untuk mengatur tatanan air.
  • Cagar alam dapat menambah devisa Negara.
  • Tempat praktik belajar atau praktik di lapangan
  • Dapat menjadi penelitian

Cagar Alam di Indonesia

Indonesia memiliki banyak sekali cagar alam. Bahkan, dalam sebuah provinsi memiliki beberapa cagar alam. Adapun beberapa cagar alam yang terkenal yakni:

1. Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar

Cagar alam yang bertempat di Kota Jantho, Aceh besar ini memiliki luas sekitar 8.000 hektare dan juga berfungsi sebagai paru-paru dunia. Tempat ini menjadi habitat dari Orang utan Sumatera. Selain itu, di tempat ini banyak ditemukan siamang, harimau, hingga rusa.

2. Cagar Alam Gubung Simampang, Jawa Barat

Cagar alam yang memiliki luas hampir 15.000 hektare ini bertempat di Kabupaten Cianjur dan Bandung. Di tempat ini, terdapat berbagai tumbuhan yang bisa ditemui. Mulai dari anggrek bulan, kadaka, dan rasamala. Sedangkan untuk hewan yang menempati cagar alam ini adalah lutung, elang jawa, manintin.

3. Cagar Alam Kawah Ijen, Banyuwangi

Kawasan Kawah Ijen merupakan objek wisata yang sangat digemari masyarakat. Meski begitu, terdapat sebuah cagar alam yang memiliki luas hampir 2.500 hektare. Di dalamnya didominasi oleh edelweiss. Sedangkan satwa yang mendiami tempat ini seperti lutung jawa, kucing hutan, dan masih banyak lagi.

4. Cagar Alam Waigeo Barat, Papua Barat

Cagar alam yang berada di dekat Raja Ampat ini memiliki 2 cagar alam, yaitu Cagar Alam Waigeo Barat dan Waigeo Timur. Satwa khas yang berada di cagar alam ini adalah burung jenis Malero.
Tanpa adanya cagar alam, ekosistem sebuah tempat pasti akan mengalami kerusakan. Di tambah dengan ketamakan manusia yang ingin mendapatkan segalanya. Maka dari itu, cagar alam menjadi tempat untuk perlindungan flora dan fauna yang ada di dalamnya agar tetap lestari.(MZM)