Tujuan Utama Pengawetan Pangan dan Teknik yang Digunakan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agar makanan bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, kini banyak orang maupun perusahaan yang melakukan pengawetan pada makanan tersebut. Meski sebenarnya proses pengawetan makanan familiar bagi banyak orang, namun nyatanya masih banyak orang yang belum bisa jelaskan tujuan utama pengawetan pangan.
Hal ini karena selain untuk mengawetkan makanan agar bisa lebih tahan lama, ternyata masih ada berbagai tujuan lainnya yang perlu diketahui. Lantas, sebenarnya apa saja tujuan pengawetan pangan atau makanan ini?
Tujuan Utama Pengawetan Pangan
Mengutip dari buku Teknologi Pengolahan Produk Perikanan oleh Rahmi Nurdiani, Hefti Salis Yufidasari, dan Bayu Kusuma (2022:6), tujuan utama pengawetan pangan adalah untuk menghambat ataupun mencegah terjadinya kerusakan, menghindari terjadi keracunan, mempertahankan mutu, serta mempermudah penanganan dan penyimpanan bahan makanan.
Selain itu, terdapat sejumlah tujuan pengawetan pangan lainnya yang juga perlu diketahui antara lain sebagai berikut.
Untuk mengawetkan bahan pangan dalam proses distribusi dari produsen ke konsumen dengan cara menghindarkan perubahan yang tidak diinginkan dalam hal keutuhan, nilai gizi, serta mengurangi perubahan kimia, fisik, fisiologis, dan pencemaran.
Untuk mengisi kekurangan produksi, khususnya pada kesulitan akibat musim.
Untuk menjamin sejauh mungkin proses distribusi agar kelebihan produksi lokal maupun kelebihan musim tidak terbuang.
Untuk memudahkan penanganan yang dilakukan melalui berbagai bentuk pengemasan.
Adapun salah satu teknik pengawetan yang paling banyak dilakukan adalah dengan menambahkan bahan pengawet. Namun, efektivitas pengawet sendiri ditentukan oleh macam dan konsentrasinya, jenis dan populasi mikroba yang akan dihambat, media yang dibubuhi pengawet, serta komposisi bahan pangan.
Sedangkan untuk berbagai teknik pengawetan pangan lainnya yang dapat dikenal antara lain adalah sterilisasi, pasteurisasi, blanching, pengalengan, pembekuan, pendinginan, pengeringan, dan juga fermentasi. Masing-masing teknik ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Baca Juga: 3 Fungsi Pengawetan dengan Suhu Dingin
Oleh karena itulah, tak heran jika proses pengawetan pangan akan dilakukan sesuai dengan bahan dasar makanannya. Baru dengan begitu, proses pengawetan bisa berjalan maksimal. Semoga informasi singkat tentang tujuan utama pengawetan pangan dan beberapa teknik di atas dapat bermanfaat, ya. (Anne)
