Konten dari Pengguna

Tulisan Arab Ramadhan Kareem beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tulisan Arab Ramadhan Kareem. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tulisan Arab Ramadhan Kareem. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif

Ramadan Karim merupakan tulisan yang kerap muncul selama bulan suci Ramadan. Bukan hanya muncul sebagai tulisan, “Ramadan Karim” juga muncul sebagai ucapan. Tulisan Arab Ramadhan Kareem adalah رمضان كريم.

Frasa tersebut mempunyai makna yang kompleks. Secara umum, Ramadan mempunyai arti sebagai nama bulan dalam kalender Hijriah. Adapun arti karim adalah pemurah atau mulia. Oleh karena itu, Ramadan Karim kerap diartikan sebagai bulan mulia.

Tulisan Arab Ramadhan Kareem dan Artinya

Ilustrasi Tulisan Arab Ramadhan Kareem. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif

Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa dalam kepercayaan agama Islam. Keistimewaan tersebut memiliki banyak bukti. Salah satu buktinya adalah adanya berbagai macam sebutan untuk bulan Ramadan.

Dikutip dari buku Catatan Ramadhan, Harras (2020: 23), sebagian kalangan, menyambut kedatangan bulan Ramadan dengan ucapan tahniah “Ramadan Karim”. Frasa tersebut mempunyai arti yang cukup kompleks.

Istilah Ramadan Karim berasal dari bahasa Arab. Tulisan Arab Ramadhan Kareem adalah رمضان كريم. Berdasarkan kondisi itu, jelas bahwa Ramadan Karim terdiri dari dua kosakata, yakni Ramadan (رمضان) dan Karim (كريم).

Masing-masing kata pembangun frasa Ramadan Karim mempunyai arti tersendiri. “Ramadan” memiliki arti sebagai bulan ke-9 dalam kalender Hijriah. Kemudian, “Karim” memiliki arti sebagai pemurah dan mulia.

Berdasarkan kata penyusunnya, frasa Ramadan Karim memiliki arti sebagai Ramadan mulia, bulan mulia, atau Ramadan bulan yang mulia. Intinya adalah Ramadan Karim merujuk pada konsep kemuliaan dari bulan Ramadan. Wallahu a’lam bishawab.

Cara Memanfaatkan Momen Bulan Ramadan

Ilustrasi Tulisan Arab Ramadhan Kareem. Sumber: Unsplash/Rauf Alvi

Ramadan hanya terjadi satu tahun sekali dalam kalender Hijriah. Oleh karena itu, umat muslim memanfaatkan bulan ini sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan cara melaksanakan ibadah.

Salah satu cara memanfaatkan momen bulan Ramadan adalah senantiasa mendirikan salat sunah malam, yakni tarawih beserta witirnya. Tarawih merupakan salat sunah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) untuk dilaksanakan oleh umat muslim.

Selaras dengan hukumnya yang sangat dianjurkan itu, tarawih juga sarat dengan berbagai keutamaan. Dikutip dari buku Anak Rajin Puasa, Jauhary (2021: 120), berikut adalah keutamaan tarawih pada lima malam terakhir bulan Ramadan. Wallahu a’lam bishawab.

  1. Malam ke-26, yakni orang yang salat tarawih dikaruniai Allah pahala seperti 40 tahun ibadah.

  2. Malam ke-27, yakni orang yang salat tarawih akan dikaruniai Allah ketangkasan saat melintasi jembatan Siratalmustakim seperti kilat menyambar.

  3. Malam ke-28, yakni Allah mengaruniakan pada orang yang salat tarawih pahala seribu derajat di akhirat.

  4. Malam ke-29, yakni Allah mengaruniakan pada orang yang salat tarawih pahala seribu kali haji yang mabrur.

  5. Malam ke-30, yakni Allah akan memberi penghormatan terhadap orang yang salat tarawih pada malam terakhir.

Baca juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama Kumparan

Setelah menyimak penjelasan tulisan Arab Ramadhan Kareem, jelas bahwa Ramadan adalah bulan mulia. Oleh karena itu, umat muslim sangat menghargainya dan memanfaatkan bulan Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. (AA)