Ulasan Singkat tentang Hermeneutika, Cabang Ilmu Filsafat tentang Penafsiran

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hermeneutika adalah cabang ilmu filsafat yang memiliki kajian di bidang penafsiran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi dari hermeneutika adalah ilmu tentang interpretasi asas-asas metodologis.
Berdasarkan penjelasan tersebut, secara umum, kita dapat memahami bahwa hermeneutika merupakan cabang ilmu filsafat yang memiliki kaitan dengan interpretasi dan metodologis.
Menurut KBBI, interpretasi memiliki makna pemberian kesan atau pandangan teoritis terhadap sesuatu (tafsiran) dan metodologis memiliki makna berkaitan dengan metodologi (uraian tentang metode).
Demikian, kita dapat memahami bahwa ketika membahas tentang hermeneutika artinya kita membahas tentang pandangan teoretis (penafsiran) dan uraian tentang metode. Untuk mengenal lebih lanjut tentang hermeneutika, mari simak ulasan singkatnya berikut ini.
Baca juga: Pengertian dan Contoh Ontologi dalam Kehidupan Sehari-hari
Hermeneutika sebagai Cabang Ilmu Filsafat
Secara etimologis, istilah hermeneutika berasal dari kata hermêneuin dalam bahasa Yunani yang berarti menafsirkan. Kemudian, secara harfiah, hermeneutika berarti tafsir.
Mengutip dari Ali Akbar dalam Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya, Wacana Vol. 7 No. 1 April 2005, pada abad ke-18, berkembang rasionalisme bersamaan dengan lahirnya filologis klasik yang mempunyai pengaruh besar terhadap hermeneutika Bibel.
Ali Akbar pun menjelaskan bahwa pada masa itu, muncul metode kritik historis dalam teologi, baik mazhab interpretasi Bibel ‘gramatis’ maupun ‘historis’.
Berdasarkan penjelasan Ali Akbar, dapat dipahami bahwa perkembangan hermeneutika berkaitan dengan interpretasi bibel. Hal tersebut juga sesuai sebagaimana yang dijelaskan oleh Adian Husnaini dan Abdurrahman al- Baghdadi dalam bukunya yang berjudul Hermeneutika & Tafsir Alquran.
Dikutip dari The New Encyclopedia Britannica dalam Adian Husnaini dan Abdurrahman al- Baghdadi (2007: 8), diketahui bahwa hermeneutika adalah studi prinsip-prinsip general tentang interpretasi Bibel (the study of the general principle of biblical interpretation). Oleh sebab itu, tak heran bila tujuan dari hermeneutika adalah untuk menemukan kebenaran dan nilai-nilai dalam Bibel.
Abdul Wachid B. S. dalam laman badanbahasa.kemdikbud.go.id pun menjelaskan bahwa pada awal perkembangannya, hermeneutika dikenal sebagai gerakan eksegesis di kalangan gereja yang kemudian berkembang menjadi ‘filsafat penafsiran’.
Sekian ulasan singkat tentang hermeneutika kali ini yang dapat menjadi awalan untuk mengenal hermeneutika. Sebaiknya, belajarlah ilmu filsafat dengan guru dan dosen yang tepat agar tidak mengalami sesat pikir. (AA)
