Ulasan Singkat tentang Teori Religi Hertz

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori Religi Hertz merupakan salah satu teori yang ada dalam pembahasan ilmu antropologi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari antropologi, yaitu:
Ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaannya pada masa lampau.
Berdasarkan definisi antropologi dalam KBBI, kita dapat menafsirkan bahwa Teori Religi Hertz termasuk dalam teori yang menjelaskan tentang manusia baik itu asal-usul, aneka warna bentuk, adat istiadat, atau kepercayaannya pada masa lampau.
Namun, tidak mungkin bahwa Teori Religi Hertz menjelaskan tentang hal-hal tersebut secara menyeluruh. Pasalnya, setiap bidang keilmuan tentu memiliki beberapa teori pendukung. Jadi, tidak mungkin bila hanya memiliki satu teori untuk menjelaskan keilmuan tersebut.
Keberadaan kata ‘religi’ pada Teori Religi Hertz tentu menandakan bahwa teori ini lebih membahas pada kepercayaan. Hal ini sebagaimana makna religi dalam KBBI, yaitu kepercayaan (animism, dinamisme) atau agama.
Seperti apa isi Teori Religi Hertz? Mari kita simak ulasan singkat tentang Teori Religi Hertz di bawah ini.
Ulasan Singkat tentang Teori Religi Hertz: Upacara Kematian
Teori Religi Hertz merupakan teori religi yang dikemukakan oleh seorang antropolog bernama Hertz. Teori ini menjelaskan bahwa upacara kematian merupakan bentuk simbolik yang mempunyai fungsi untuk mengeliminasi kecemasan serta ketakutan terhadap kematian.
Baca juga: Teori Waisya dalam Persebaran Agama Hindu Buddha di Indonesia
Teori Religi Hertz menjelaskan lima anggapan di belakang upacara inisiasi pada umumnya. Lima anggapan tersebut Ratih Baiduri uraikan dalam bukunya yang berjudul Teori-Teori Antropologi (Kebudayaan). Berikut adalah lima anggapan di belakang upacara inisiasi pada umumnya menurut Koentjaraningrat Hertz (Baiduri, 2020 :36).
1. Anggapan bahwa peralihan dari satu kedudukan sosial ke kedudukan sosial yang lain adalah suatu masa krisis, suatu masa penuh bahaya gaib, tidak hanya bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat.
2. Anggapan bahwa jenazah dan juga semua orang yang ada hubungan dekat dengan orang yang minggal itu dianggap mempunyai sifat keramat (sacre).
3. Anggapan bahwa peralihan dari satu kedudukan sosial ke suatu kedudukan sosial lain itu tidak dapat berlangsung sekaligus, tetapi setingkat demi setingkat melalui serangkaian masa antara yang lama.
4. Anggapan bahwa upacara inisiasi harus mempunyai tiga tahap, yaitu tahap yang melepaskan si objek dari hubungannya dengan masyarakatnya yang lama, tingkat yang mempersiapkannya bagi kedudukannya yang baru, dan tingkat yang mengangkatnya ke dalam kedudukan yang baru.
5. Anggapan bahwa dalam tingkat persiapan dari masa inisiasi, si objek merupakan seorang makhluk yang lemah sehingga harus dikuatkan dengan berbagai upacara ilmu gaib.
Itulah ulasan singkat tentang Teori Religi Hertz. Semoga dapat menambah wawasan, ya! (AA)
