Ulasan tentang Sistem Ekonomi Campuran sebagai Kolaborasi Dua Sistem

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem ekonomi campuran merupakan kolaborasi sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis atau komando. Sistem ini lahir sebagai solusi atas kekurangan dua sistem ekonomi sebelumnya. Sistem ekonomi campuran dianggap cocok untuk negara berkembang, namun banyak negara maju yang juga menganutnya.
Pelaksanaan sistem ekonomi campuran di tiap negara berbeda, disesuaikan dengan kepentingan negara dan kebutuhan masyarakat. Hampir tidak ada negara yang menjalankan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis dengan persentase sama besar dalam sistem ekonomi campuran.
Baca juga: Perbedaan Sistem Ekonomi Pasar dengan Sistem Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi Campuran Merupakan Kolaborasi Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sosialis
Maksud dari sistem ekonomi campuran merupakan kolaborasi sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis atau komando menurut buku Ekonomi Pembangunan (2021) yang ditulis oleh Bonaraja Purba dan kawan-kawan adalah sebuah sistem ekonomi yang ditujukan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi menjalankan dan mengatur aktivitas ekonomi.
Dalam kolaborasi ini, idealnya pemerintah mengatur kegiatan ekonomi dan menciptakan regulasi yang diperlukan untuk memastikan kestabilan dan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Sementara, sektor swasta memiliki kebebasan dalam mengembangkan usaha dan berinovasi untuk menciptakan keuntungan.
Pemerintah juga dapat melakukan intervensi terhadap pasar melalui berbagai kebijakan seperti pengaturan harga, subsidi, pajak, dan regulasi pasar. Sedangkan sektor swasta berperan dalam menciptakan lapangan kerja, menghasilkan produk dan layanan, serta memenuhi kebutuhan konsumen.
Prakteknya, peran pemerintah dalam sistem ekonomi campuran bervariasi di tiap negara, tergantung pada ideologi politik, kondisi ekonomi, preferensi masyarakat dan sebagainya.
Contoh Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran
Sebagian besar negara-negara di dunia mempraktikkan sistem ekonomi campuran tapi dengan persentase yang berbeda. Beberapa contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi campuran diantaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Jerman, Selandia Baru, Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dan masih banyak lagi.
Contoh negara yang mempraktikkan sistem ekonomi campuran dengan persentase sistem ekonomi kapitalis lebih besar adalah Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Contoh negara yang mempraktikkan sistem ekonomi campuran dengan persentase sistem ekonomi sosialis atau komando lebih besar adalah Cina, Rusia dan Vietnam.
Contoh negara yang mempraktikkan sistem ekonomi campuran dengan campur tangan pemerintah yang lebih sedikit di bidang ekonomi adalah Inggris dan Amerika Serikat.
Contoh negara yang mempraktikkan sistem ekonomi campuran dengan campur tangan pemerintah yang lebih besar di bidang ekonomi adalah Korea Selatan dan Jepang.
Pada dasarnya semua sistem ekonomi memiliki kelebihan dan kekurangan. Para pemimpin berusaha mencari titik tengah agar kegiatan ekonomi masyarakat lancar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian suatu bangsa. (LUS)
