Ulasan tentang Sistem Kekerabatan dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana sistem kekerabatan dalam Islam? Mengetahui sistem kekerabatan sangat penting. Karena dengan begitu, kita bisa terus menjalin tali silaturahmi dan memenuhi hak-hak kekerabatan.
Agar bisa memahami materi ini, simak ulasannya dalam artikel ini.
Sistem Kekerabatan dalam Islam
Dikutip dari buku Pelajaran Adab Islam 2 oleh Suhendri, dkk (2022:101), sistem kekerabatan dalam Islam harus dipahami karena ada 2 hukum muamalah yang wajib dilakukan, yakni pembagian waris dan syariat silaturahmi.
Berdasarkan hukum Islam, ada dua jenis kerabat. Berikut ini penjelasannya.
1. Mahram
Mahram adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi. Contoh orang yang termasuk mahram adalah ibu, ayah, anak kandung, saudara kandung, anak dari saudara kandung, saudara sesusuan, kakek, nenek, saudara kandung ibu, dan saudara kandung ayah.
2. Kerabat bukan mahram
Yang termasuk kerabat bukan mahram misalnya adalah sepupu, saudara ipar, saudara dari mertua, dan sebagainya.
Adab Kepada Kerabat
Islam memandang menyambung hubungan dengan kerabat sebagai bagian dari ibadah. Silaturahmi ini membawa banyak kebaikan. Salah satunya adalah umur yang berkah dan bertambahnya rezeki.
Pada satu riwayat dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi.” (HR Muttafaq Alaih)
Ada adab-adab kepada kerabat agar hubungan selalu baik. Berikut ini adabnya.
1. Menjalin Silaturahmi
Silaturahmi bisa mendekatkan kita dengan kerabat. Ada banyak sekali cara untuk silaturahmi, seperti langsung mengunjungi kerabat, menelepon, atau saling berkirim pesan.
Baca juga: Pentingnya Silaturahmi dalam Islam dan Dalil yang Membahasnya
2. Berbuat Adil dan Kebajikan
Selalu berbuat adil dan kebajikan kepada kerabat adalah keharusan agar hubungan selalu harmonis. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat…” (QS an-Nahl ayat 90)
3. Berbakti kepada Kerabat yang Tua
Kita harus berbakti dan memperlakukan kerabat yang tua seperti memperlakukan orang tua sendiri. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kedudukan bibi seperti kedudukan ibu.” (HR Bukhari dan Muslim)
4. Berakhlak dan Berkata Baik
Kita juga harus selalu berkata baik dan bersikap baik kepada para kerabat.
“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS An-Nisa ayat 8)
Sekian ulasan tentang sistem kekerabatan dalam Islam yang harus dipahami dan adab kepada kerabat supaya bisa tetap menjalin hubungan baik dengan kerabat. (KRIS)
