Upaya Mempertahankan dan Menjaga Jati Diri dan Kepribadian Bangsa

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gotong royong sudah menjadi budaya dan kebiasaan bangsa Indonesia yang sudah diajarkan sejak zaman nenek moyang. Sayangnya, kebiasaan baik ini mulai luntur. Bagaimana upaya mempertahankan dan menjaga jati diri dan kepribadian bangsa?
Jati diri dan kepribadian bangsa semakin sulit untuk dipertahankan di era globalisasi seperti saat ini. Dengan mudahnya beragam informasi yang masuk ke Indonesia mengakibatkan jati diri dan kepribadian bangsa terkikis. Simak upaya untuk mempertahankannya berikut ini.
Baca juga: Makna Bhinneka Tunggal Ika, Jati Diri Bangsa Indonesia yang Sesungguhnya
Ragam Upaya Mempertahankan dan Menjaga Jati Diri dan Kepribadian Bangsa
Apa yang dimaksud dengan jati diri dan kepribadian bangsa? Dilansir dari kbbi.kemdikbud.go.id, jati diri memiliki arti sebagai berikut:
ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas
inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam; spiritualitas
Sedangkan arti kata kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.
Dikutip dari Merajut dan Meneguhkan Jati Diri Bangsa yang disusun oleh Dewan Guru Besar IPB (2020), jati diri manusia sebagai individu, sebagai warga bangsa, merupakan sebuah kekuatan rohani dan jasmani yang bisa menentukan kualitas pribadi seseorang dalam menjalani kehidupan berbudaya dan beradab.
Jati diri atau kualitas kepribadian pada warga akan menentukan keluhuran budaya dan peradaban serta jadi diri bangsa itu sendiri. Jati diri bangsa adalah gabungan dari jati diri warga bangsa itu.
Jati diri bangsa merupakan kualitas oral, filsafat dan pandangan hidup warga bangsa yang telah disepakati dan diyakini, yang berisikan konsep, prinsip, dan nilai dasar yang diangkat sebagai dasar negara, landasan statis, dinamis, dan ideologi bangsa serta negara.
Berikut ini upaya mempertahankan dan menjaga jati diri dan kepribadian bangsa:
Memahami dan Mengamalkan Pancasila
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, maka kita bisa mempertahankan dan menjaga jati diri dan kepribadian bangsa. Contohnya kita tetap memiliki semangat gotong royong dan bisa menerima serta menghargai segala perbedaan pada bangsa Indonesia.
Mencintai Produk Indonesia
Dengan maraknya produk-produk luar negeri yang masuk pasar Indonesia, kita tetap harus mencintai produk buatan Indonesia. Bukan berarti kita menjadi anti produk asing, melainkan sebisa mungkin kita lebih memilih menggunakan produk lokal.
Memilah Budaya yang Masuk ke Indonesia
Teknologi semakin maju yang berarti beragam informasi bisa didapatkan dengan mudah. Kebudayaan dari negara asing juga bisa dengan mudah masuk ke Indonesia. Sebagai warga Indonesia, sebaiknya kita bisa memilah budaya apa yang sesuai dengan jati diri bangsa.
Demikian penjelasan tentang upaya mempertahankan dan menjaga jati diri dan kepribadian bangsa. Semoga bermanfaat. (KRIS)
