Konten dari Pengguna

Urutan Tembang Macapat yang Perlu Diketahui Masyarakat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi urutan tembang macapat dalam kebudayaan Jawa. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi urutan tembang macapat dalam kebudayaan Jawa. Sumber: Unsplash

Tembang macapat merupakan salah satu kebudayaan khas Jawa yang perlu dipahami oleh masyarakat. Pada dasarnya tembang macapat sendiri adalah bagian dari puisi baru khas tradisional Jawa yang ditembangkan dengan pakem atau aturan tertentu. Secara umum, urutan tembang macapat sendiri memili 11 pola atau pakem.

Melansir dari buku Seni Tutur Madihin: Ekspresi Bahasa dan Sastra Banjar, Abdul Salam (2018: 99), tembang macapat sendiri didefinisikan sebagai kesenian puisi jawa tradisional yang mana setiap baitnya memiliki baris kalimat (gatra) tertentu dan setiap gatranya memiliki jumlah suku kata tertentu (guru wilangan) dan berakhir pada bunyi sajak tertentu (guru lagu).

Adapun kandungan dari tembang macapat itu sendiri umumnya mengisahkan tentang tahapan kehidupan manusia dari mulai lahir hingga meninggal dunia. Itu sebabnya tembang macapat memiliki pola atau pakem dan urutan tertentu.

Urutan Tembang Macapat yang Perlu Dipahami Masyarakat

Seperti yang sudah disebutkan tadi, urutan tembang macapat secara umum dikenal memiliki 11 pola. Adapun urutan pola tembang macapat tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Maskumambang, mengisahkan tentang alam kandungan

  2. Mijil, mengisahkan tentang kelahiran (fase bayi)

  3. Sinom, mengisahkan tentang fase anak-anak atau masa muda

  4. Kinanti, mengisahkan tentang tuntunan atau fase belajar mengenal cara hidup seperti bagaimana cara berkarakter yang baik, dan lain sebagainya

  5. Asamarandana, mengisahkan tentang asmara atau rasa cinta yang dirasakan manusia

  6. Gambuh, mengisahkan tentang mengikat jalinan asmara dalam pernikahan

  7. Dhandhanggula, mengisahkan tentang kehidupan yang bahagia seperti memiliki keluarga lengkap ataupun memiliki karier yang bagus

  8. Durma, mengisahkan tentang rasa kedermawanan yang harus dimiliki umat manusia

  9. Pangkur, mengisahkan bahwa manusia harus dapat menahan hawa nafsu

  10. Megatruh, mengisahkan tentang kembalinya manusia ke pangkuan tuhan atau kematian

  11. Pocung, mengisahkan bahwasanya manusia akan kembali tanpa membawa harta benda dunia dan dimakamkan hanya berbekal kain putih

Itulah urutan tembang macapat dari budaya masyarakat Jawa yang berisikan perlambangan dari tahapan kehidupan manusia sejak dilahirkan hingga kembali ke pangkuan tuhan.

Sebagai bagian dari kebudayaan nusantara, maka urutan tembang macapat tadi termasuk ilmu budaya yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia agar bisa terus dilestarikan keseniannya. (HAI)