Urutan Tembang Macapat yang Perlu Diketahui Masyarakat

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang macapat merupakan salah satu kebudayaan khas Jawa yang perlu dipahami oleh masyarakat. Pada dasarnya tembang macapat sendiri adalah bagian dari puisi baru khas tradisional Jawa yang ditembangkan dengan pakem atau aturan tertentu. Secara umum, urutan tembang macapat sendiri memili 11 pola atau pakem.
Melansir dari buku Seni Tutur Madihin: Ekspresi Bahasa dan Sastra Banjar, Abdul Salam (2018: 99), tembang macapat sendiri didefinisikan sebagai kesenian puisi jawa tradisional yang mana setiap baitnya memiliki baris kalimat (gatra) tertentu dan setiap gatranya memiliki jumlah suku kata tertentu (guru wilangan) dan berakhir pada bunyi sajak tertentu (guru lagu).
Adapun kandungan dari tembang macapat itu sendiri umumnya mengisahkan tentang tahapan kehidupan manusia dari mulai lahir hingga meninggal dunia. Itu sebabnya tembang macapat memiliki pola atau pakem dan urutan tertentu.
Urutan Tembang Macapat yang Perlu Dipahami Masyarakat
Seperti yang sudah disebutkan tadi, urutan tembang macapat secara umum dikenal memiliki 11 pola. Adapun urutan pola tembang macapat tersebut ialah sebagai berikut:
Maskumambang, mengisahkan tentang alam kandungan
Mijil, mengisahkan tentang kelahiran (fase bayi)
Sinom, mengisahkan tentang fase anak-anak atau masa muda
Kinanti, mengisahkan tentang tuntunan atau fase belajar mengenal cara hidup seperti bagaimana cara berkarakter yang baik, dan lain sebagainya
Asamarandana, mengisahkan tentang asmara atau rasa cinta yang dirasakan manusia
Gambuh, mengisahkan tentang mengikat jalinan asmara dalam pernikahan
Dhandhanggula, mengisahkan tentang kehidupan yang bahagia seperti memiliki keluarga lengkap ataupun memiliki karier yang bagus
Durma, mengisahkan tentang rasa kedermawanan yang harus dimiliki umat manusia
Pangkur, mengisahkan bahwa manusia harus dapat menahan hawa nafsu
Megatruh, mengisahkan tentang kembalinya manusia ke pangkuan tuhan atau kematian
Pocung, mengisahkan bahwasanya manusia akan kembali tanpa membawa harta benda dunia dan dimakamkan hanya berbekal kain putih
Itulah urutan tembang macapat dari budaya masyarakat Jawa yang berisikan perlambangan dari tahapan kehidupan manusia sejak dilahirkan hingga kembali ke pangkuan tuhan.
Sebagai bagian dari kebudayaan nusantara, maka urutan tembang macapat tadi termasuk ilmu budaya yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia agar bisa terus dilestarikan keseniannya. (HAI)
