Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan yang Tepat Sesuai Sunnah

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mulai hari ini (13/4), niat puasa akan senantiasa dibaca oleh umat muslim. Hal ini dikarenakan puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib yang masuk dalam lima pilar agama Islam. Ibadah ini dikerjakan selama satu bulan penuh, ditutup dengan hari raya Idul Fitri setelahnya. Puasa termasuk kewajiban yang sifatnya rahasia, karena hanya Tuhan dan hambanya saja yang tahu. Tidak seperti ibadah lain, puasa lebih minim resiko riya (melakukan suatu hal karena ingin dilihat orang lain).
Mengenai kewajiban berpuasa, Allah SWT menjelaskan hal ini dalam Surat Al Baqarah ayat 183,
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa”.
Rasulullah juga bersabda dalam salah satu hadisnya sebagai berikut,
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, membayarkan zakat, menunaikan haji ke tanah suci, dan puasa Ramadhan”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, at Turmudzi, dan an Nasai)
Puasa memiliki dua rukun yang wajib dipenuhi agar amalannya dapat diterima Allah SWT. Rukun tersebut adalah berniat dalam diri untuk berpuasa dan menahan segala yang sesuatu yang membatalkan puasa dari waktu fajar hingga tenggelamnya matahari (Dianawati dalam Anak Saleh Rajin Puasa Ramadhan, 2004: 8). Berikut adalah informasi mengenai lafal niat puasa Ramadhan dan aturan waktu membacanya.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Dilansir dari islam.nu.or.id, berikut adalah beberapa lafal niat puasa Ramadhan yang dapat baca yaitu:
Nawaitu shaauma ghadin an adaa'i fardhi ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'ala. Artinya, "Saya berniat puasa besok hari, sebagai ibadah fardhu di Ramadhan ini, karena Allah taala”.
Nawaitu shauma Ramadhaana. Artinya, “Saya berniat puasa di bulan Ramadhan”.
Nawaitu shaumal ghadi min haadzihis sanati ‘an fardhi Ramadhaana. Artinya, “Saya berniat puasa besok hari, pada tahun ini karena kewajiban Ramadhan”.
Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan
Mengenai aturan waktu melafalkan niat puasa Ramadhan, dalam mahzab Imam Syafi’i, niat puasa dibaca di malam hari (setelah terbenamnya matahari hingga sebelum fajar tiba). Niat ini boleh diucapkan baik dalam hati maupun dilafalkan. (AA)
