Waktu Sholat Witir Dilaksanakan dan Tata Cara Pelaksanaanya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, terdapat ibadah yang wajib dan sunah. Salah satu ibadah sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan adalah sholat witir. Akan tetapi banyak yang bertanya tentang kapan sholat witir dilaksanakan?
Sebab, ibadah ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Terlebih, sholat tarawih cukup berbeda dengan sholat lainnya. Sehingga perlu mengetahui tata caranya.
Waktu Sholat Witir Dilaksanakan
Sholat witir adalah salah satu sholat sunah yang sangat dianjurkan. Sebab, terdapat beberapa hadits tentang anjuran melaksanakan sholat witir. Seperti dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata,
“Shalat witir tidaklah seperti shalat wajib. Namun demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyunnahkannya. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah itu witir dan mencintai yang witir, maka lakukanlah witir, wahai Ahli Al-Qur’an.’” (HR. Abu Daud no. 1416, Tirmidzi no. 453, dan Ahmad, 1:143)
Bahkan, Rasulullah Saw. secara khusus memberikan wasiat kepada Abu Hurairah untuk tidak meninggalkan tiga perkara, yakni,
“Kekasihku (Rasulullah Saw.) mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178 dan Muslim no. 721)
Lalu, kapan sholat witir dilaksanakan?
Dikutip dari buku Buku Pintar Shalat Malam oleh H.M Amrin Ra'uf (2015), sholat witir dilaksanakan setelah sholat isya sampai sebelum waktu subuh. Sebagaimana dari Abu Bashrah Al-Ghifari, Rasulullah Saw. bersabda,
“Sesungguhnya Allah telah menambahkan bagi kalian shalat yaitu shalat witir. Kerjakanlah shalat witir antara shalat isya dan shalat subuh.” (HR. Ahmad, 6:7)
Selain itu, dijelaskan juga dari Ibnu Umar, Rasulullah Saw. bersabda,
“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu subuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749)
Tata Cara Sholat Witir
Setelah mengetahui kapan waktu sholat witir, lalu bagaimana cara melaksanakan ibadah tersebut?
Pada dasarnya, tata cara sholat witir sama seperti sholat pada umumnya, yakni:
Membaca niat sholat witir
Takbiratul ihram
Membaca surah Al Fatihah
Membaca surah pendek
Rukuk
I'tidal
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Tahiyat akhir
Salam
Meski demikian, sholat witir memiliki ciri khusus, yakni jumlah rakaatnya ganjil. Sebagaimana dari Abu Ayyub Al-Anshari, Rasulullah Saw. bersabda,
“Witir itu dianjurkan pada setiap muslim. Siapa yang suka melakukan shalat witir dengan lima rakaat, maka lakukanlah. Siapa yang suka melakukan shalat witir dengan tiga rakaat, maka lakukanlah. Siapa yang suka melakukan shalat witir dengan satu rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422, An-Nasai 3:238, Ibnu Majah no. 1190, dan Ibnu Hibban 6:170)
Selain itu, setelah i'tidal sebelum sujud membaca doa qunut. Adapun bacaan doa qunut witir yakni:
للَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Allahummahdiini fiiman hadait, wa'aafini fiiman 'afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a'thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho 'alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata'aalait.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi." (HR. Ahmad no. 1718, Abu Dawud no. 1425, dan At-Tirmidzi no. 46)
Baca Juga: Keutamaan Sholat Tarawih beserta Penjelasan Dalil yang Membahasnya
Sekarang sudah mengetahui kapan sholat wiwit dilaksanakan bukan?. Semoga penjelasan di atas menambah semangat untuk melaksanakan sholat berakaat ganjil ini.(MZM)
