Konten dari Pengguna

Zaman di Saat Segala Sesuatu Belum Terjadi dalam Qada dan Qadar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Zaman di Saat Segala Sesuatu Belum Terjadi. Sumber Unsplash/Abdullah Faraz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Zaman di Saat Segala Sesuatu Belum Terjadi. Sumber Unsplash/Abdullah Faraz

Zaman di saat segala sesuatu belum terjadi disebut zaman azali. Zaman azali berkaitan erat dengan qada dan qadar dalam Islam.

Beriman kepada qada dan qadar adalah rukun iman yang ke-6. Umat Islam wajib meyakini adanya ketetapan Allah Swt. bagi manusia.

Zaman di Saat Segala Sesuatu Belum Terjadi disebut Zaman Azali, Simak Ulasannya!

Ilustrasi Zaman di Saat Segala Sesuatu Belum Terjadi. Sumber Unsplash/Levi Meir Clancy

Qada dan qadar manusia telah ditetapkan sejak zaman azali. Zaman di saat segala sesuatu belum terjadi disebut zaman azali. Zaman azali terjadi ketika belum ada apa-apa di alam semesta ini. Semuanya masih hampa, bahkan udara pun tidak ada.

Di zaman Azali, Allah Swt. menetapkan qada dan qadar, jauh sebelum manusia diciptakan. Diambil dari buku Materi Dasar Pendidikan Islam, Abdul Aziz (2019:42), qada artinya ketentuan Allah sejak zaman azali.

Zaman azali adalah zaman sebelum Allah Swt. menciptakan alam seisinya. Qadar merupakan ketentuan Allah yang terjadi setelah qada Allah.

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

Ilustrasi Zaman di Saat Segala Sesuatu Belum Terjadi. Sumber Unsplash/David Rodrigo

Banyak hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada qada dan qadar Allah Swt. Dikutip dari buku Pasti Bisa PAI dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XII, Tim Duta (2021:35), beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Menambah keyakinan yang dilandasi keikhlasan, bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta dan dalam dirinya, serta orang lain terjadi sesuai dengan aturan atau hukum yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

  2. Mendorong manusia untuk selalu berusaha dan beramal dengan sungguh-sungguh, agar apa yang dilakukannya dapat bermanfaat dan menjadi media untuk menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

  3. Menambah ketakwaan dan kedekatan sebagai seorang hamba kepada Allah Swt.

  4. Mendatangkan ketenangan jiwa dan ketenteraman dalam hidup, karena meyakini bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah Swt.

  5. Menumbuhkan sikap takut kepada Allah Swt., hanya berharap kepada Allah Swt., karena merasa semua yang terjadi merupakan ketentuan Allah.

  6. Termotivasi untuk selalu berbuat baik dalam setiap hembusan napas dan detik waktu dalam hidupnya.

Baca juga: Pengertian Iman kepada Qada dan Qadar serta Cara Menerapkannya

Zaman di saat segala sesuatu belum terjadi disebut zaman azali. Zaman azali adalah ketetapan Allah Swt yang belum berlaku, karena terjadi sebelum manusia diciptakan.(DK)