Bagaimana Terjadinya Asteroid? Ini Penjelasannya

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana terjadinya asteroid. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang pembentukan asteroid dan penemuannya di tata surya.
Asteroid adalah benda luar angkasa yang ukurannya lebih kecil dari planet-planet dan mengorbit pada matahari. Meski begitu, asteroid bukanlah planet.
Banyak sekali asteroid yang ada di tata surya. Sebagian besar asteroid berada di antara Mars dan Jupiter dengan jumlah lebih dari 1.000.000 menurut NASA.
Selain di antara Mars dan Jupiter, asteroid lainnya tersebar di seluruh wilayah tata surya.
Asteroid terbesar adalah Ceres dengan massa sebesar 27% dari total seluruh asteroid. Kemudian, Ceres juga biasa disebut sebagai planet kerdil. Selain Ceres, asteroid besar lainnya adalah Hygeia, Pallas, dan Vesta.
Bagaimana Proses Terjadinya Asteroid
Melansir dari laman Universe Today, asteroid terbentuk dari sisa pembentukan tata surya.
Tata surya terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu akibat adanya ledakan besar yang terkenal dengan Teori Big Bang.
Ledakan Big Bang terbentuk akibat adanya debu dan awan besar. Ketika ledakan itu terjadi, beberapa materi jatuh ke pusat awan yang akhirnya menjadi matahari.
Sisa debu-debu yang terkondensasi akhirnya terbentuk menjadi planet. Namun, ada beberapa yang berukuran sangat besar dan saling bertabrakan.
Benda itu terus bertabrakan dan menghancurkan satu sama lain, lalu yang berukuran lebih kecil dari planet kini kita lihat sebagai asteroid.
Selain Teori Big Bang, teori lain yang menjelaskan tentang terjadinya asteroid adalah Grand Tack.
Teori itu menyebutkan, jika planet Saturnus dan Jupiter bergerak mendekati matahari sebelum di orbitnya sekarang.
Saat perjalanan ke orbit yang sekarang itu, Saturnus dan Jupiter menyebarkan asteroid.
Penemuan Tentang Asteroid
Asteroid pertama kali ditemukan oleh astronaut asal Italia bernama Giuseppe Piazzi. Pada 1801 silam, Piazzi menemukan Ceres yang mengorbit di antara Mars dan Jupiter, dilansir dari Space.
Selama abad ke-19, asteroid diklasifikasikan sebagai planet. Hingga 1802, seorang ilmuwan Astronomi bernama Herschel memberikan istilah baru, yaitu ‘asteroid’ untuk benda langit yang ukurannya lebih kecil dari planet.
Pada 1851, 15 asteroid baru ditemukan dan saat ini jumlah yang tercatat oleh NASA adalah lebih dari 1.000.000.
Beberapa ilmuwan melakukan ekspedisi untuk mendapatkan foto asteroid dari jarak dekat.
Pesawat Galileo buatan NASA adalah pesawat luar angkasa pertama yang berhasil mendapatkan foto asteroid dari jarak dekat pada 1991.
Lalu, perusahaan bernama Planetary Resources, Inc pada 2012 menyatakan rencana mereka untuk melakukan penambangan logam mulia dari asteroid. Hal itulah yang membuat NASA memiliki misi baru, yaitu membawa sampel dari asteroid.
Beberapa teori mengenai bagaimana terjadinya asteroid memang belum bisa dipastikan sepenuhnya. Adanya asteroid sudah banyak dibuktikan oleh para astronom, terutama NASA. Riset tentang asteroid masih terus dilakukan oleh para peneliti.
(NSF)
