Konten dari Pengguna

Begini Wajah Bumi Kalau Semua Air Laut Habis

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wajah Bumi apabila air laut habis. Foto: Dr James O'Donoghue, YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Wajah Bumi apabila air laut habis. Foto: Dr James O'Donoghue, YouTube

Permukaan Bumi didominasi oleh lautan. Ilmuwan menyebut bahwa 70 persen permukaan Bumi terdiri dari air laut. Tanpanya, tentu segala kehidupan di planet ini tidak akan mampu berjalan semestinya.

Tapi bagaimana jika seandainya air laut tiba-tiba habis? Seorang ilmuwan dari Japan Space Agency (JAXA) ternyata memiliki jawabannya melalui eksperimen yang ia buat.

Ilmuwan tersebut adalah Dr. James O’Donoghue. Ia membuat sebuah video animasi yang menggambarkan bagaimana wajah Bumi jika seluruh air laut habis.

video youtube embed

Dr. O’Donoghue mengaku terinspirasi dari sebuah animasi yang dirilis oleh NASA pada tahun 2008. Animasi tersebut memperlihatkan permukaan air yang mengalami penurunan di Bumi.

Ia pun bertekad membuat eksperimen serupa yang lebih mendalam. Sebuah video animasi dengan tingkat ketajaman pixel 35 kali lebih banyak akhirnya berhasil ia buat. Data angka ihwal perubahan level air juga ia tambahkan pada video tersebut.

Salah satu momen yang paling menarik dalam video tersebut berada pada bagian akhir. Terlihat bagaimana seluruh benua di bumi yang awalnya terpisahkan oleh air laut dapat terhubung manakala lautan berubah menjadi daratan yang amat luas.

Ilustrasi laut. Foto: pixabay

“Saya paling terkejut dengan penampakan langsung jembatan darat, misalnya selama Zaman Es terakhir Inggris dan Eropa dihubungkan, Rusia dan Alaska saling terhubung, dan wilayah antara Asia dan Australia sebagian besar terhubung,” ujar Dr. O’Donoghue, kepada IFL Science.

“Jembatan ini memungkinkan manusia bermigrasi tanpa kapal,” lanjutnya. “Peta ini sangat membantu dalam menjelaskan bagaimana banyak migrasi manusia dimungkinkan pada masa tersebut.”

Selain video animasi hilangnya air laut, mantan ilmuwan NASA ini juga memiliki banyak video edukasi lain pada channel YouTube pribadinya. Ia banyak membagikan pengetahuan soal ilmu astronomi pada channel-nya tersebut.

(EDR)