Konten dari Pengguna

Riset: Orang Golongan Darah O Punya Risiko Pendarahan dan Kematian Lebih Tinggi

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tentara Amerika Serikat, John McInerney, menyiapkan kantong darah untuk korban bom di Afghanistan. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Amerika Serikat, John McInerney, menyiapkan kantong darah untuk korban bom di Afghanistan. Foto: Wikimedia Commons

Golongan darah kerap dikaitkan dengan kesehatan seseorang. Tak hanya itu, para peneliti juga mengaitkan golongan darah dengan risiko kematian.

Riset yang dilakukan Wataru Takayama dari Tokyo Medical and Dental University Hospital, Jepang, dan mengatakan bahwa orang yang memiliki golongan darah O kemungkinan memiliki risiko kematian tiga kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan golongan darah lainnya.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 ini membandingkan angka kematian di antara pasien cedera parah yang memiliki golongan darah berbeda. Para peneliti mempelajari 901 orang pasien yang masuk ke dalam bagian gawat darurat di Jepang antara tahun 2013 dan 2016.

Hasilnya mereka menemukan bahwa pasien dengan golongan darah O memiliki tingkat kematian 28 persen. Sementara angka kematian dari pasien bergolongan darah lainnya ketika digabungkan hanya 11 persen saja.

Kantong darah (Foto: Pixabay)

Para peneliti menduga perbedaan ini diakibatkan karena faktor Von Willebrand, agen pembeku dalam darah, yang kandungannya di dalam golongan darah O lebih rendah dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Kekurangan dalam faktor Von Willebrand tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pendarahan, yang kemudian meningkatkan risiko kematian dari seorang pasien dengan cedera yang parah.

“Temuan kami juga membuat suatu pertanyaan baru mengenai bagaimana transfusi darah darurat dari golongan darah O kepada seorang pasien dengan cedera yang parah dapat berakibat homeostatis, proses yang menyebabkan pendarahan berhenti, dan apakah hal ini berbeda dengan golongan darah lainnya," ujar Takayama, dilansir IFL Science.

Tipe Golongan Darah O. (Foto: Thinkstock)

Meski tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, Takayama dan tim menjelaskan pengetahuan dari hasil riset ini setidaknya dapat membantu staf di bagian gawat darurat untuk mengintensifkan perawatan kepada pasien dengan golongan darah O demi menekan risiko kematian.

Hal ini juga dapat menjadi pertimbangan ketika para staf medis akan memberikan transfusi darah O negatif yang dianggap sebagai donor universal.

“Diperlukan riset lebih lanjut untuk menginvestigasi hasil studi kami untuk mengembangkan strategi pengembangan yang terbaik untuk pasien dengan cedera parah," ujar Takayama.

(MRT)