Warna Pelangi dan Fakta Dibalik Sejarahnya

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warna pelangi secara berurutan adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Supaya lebih mudah mengingat warnanya, kamu bisa menyebutnya dengan mejikuhibiniu.
Warna pelangi mejikuhibiniu tidak terpisah-pisah. Saat melihat lebih dekat, kamu akan melihat setiap warna luntur menjadi satu dengan warna lain di sebelahnya.
Tidak ada kesepakatan universal mengenai warna pelangi yang betul. Ilmuwan bernama Isaac Asimov pernah mengatakan, bahwa dirinya tidak melihat nila sebagai warna yang terpisah antara biru dan ungu.
Terlepas dari apa yang dikatakan Asimov, tampaknya telah diterima secara umum bahwa warna pelangi asli adalah tujuh dan termasuk nila di dalamnya.
Astronom sekaligus matematikawan Inggris abad ke-17, Sir Isaac Newton merupakan orang pertama yang menyadari, bahwa manusia dapat melihat spektrum warna dengan memecah cahaya putih.
Cara paling alami untuk melihat spektrum warna adalah menggunakan tetesan hujan. Itulah mengapa cara terbaik untuk mengamati spektrum visual adalah melihat pelangi.
Melansir Sciencing, warna tujuh pelangi disebabkan oleh kombinasi pembiasan dan pantulan cahaya matahari oleh tetesan air di atmosfer.
Sejarah Dibalik Susunan Warna Pelangi
Warna urutan pelangi menjadi tujuh bukanlah sebuah kebetulan. Angka tujuh memiliki sejarah panjang dalam budaya barat. Science Trends mengatakan, semuanya bermula dari zaman Yunani Kuno.
Seorang ilmuwan bernama Pythagoras percaya, angka berkaitan erat dengan dunia nyata. Dalam pemikiran Pythagoras, matematika dan mistisisme digabungkan.
Misalnya, ketika dia menemukan bahwa tujuh not musik juga dapat diaplikasikan sebagai persamaan matematika.
Arti 7 Pelangi
Awalnya, para ilmuwan Inggris hanya melihat lima warna dalam pelangi, yaitu merah, kuning, hijau, biru, dan ungu.
Namun, hal tersebut berubah setelah Isaac Newton menambahkan warna jingga di antara kuning dan merah. Lalu, warna nila berada di antara ungu dan biru.
Isaac juga menambahkan, warna tersebut merupakan hasil pertimbangan antara hubungan pemikiran Phytagoras, musik, dan warna.
Melihat pemikiran Phytagoras saat itu, Isaac Newton berpikir jika warna pelangi 7 harus sesuai dengan jumlah not musik yang jumlahnya sama.
Sejarah tujuh warna pada pelangi sangat rumit dan panjang. Hal yang paling mengejutkan adalah adanya unsur matematika, numerologi, dan musik dalam urutan warna pelangi.
Meski sebagian besar orang telah menerima tujuh warna pelangi sebagai fakta, perkiraan Isaac Asimov mengenai nila harus dihilangkan. Artinya, pelangi hanya memiliki enam warna saja.
(MRT)
