Konten dari Pengguna

10 Contoh Kelompok Formal dan Informal dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kelompok, Foto:Unsplash/Papaioannou Kostas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kelompok, Foto:Unsplash/Papaioannou Kostas

Contoh kelompok formal dan informal sering dijumpai dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun di tengah masyarakat.

Keberadaan kedua kelompok ini menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, melainkan selalu membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Melalui kelompok tersebut, tercipta hubungan, komunikasi, hingga kerja sama yang memengaruhi cara kita beraktivitas dan beradaptasi dalam berbagai situasi kehidupan.

Contoh Kelompok Formal dan Informal

Ilustrasi Kelompok, Foto:Unsplash/Hannah Busing

Contoh kelompok formal dan informal dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, pendidikan, maupun masyarakat luas.

Kehadiran kedua jenis kelompok ini menunjukkan bahwa manusia selalu membutuhkan interaksi sosial. Kelompok formal biasanya terbentuk dengan tujuan yang jelas serta diatur oleh aturan resmi.

Sementara itu, kelompok informal muncul secara alami melalui hubungan sosial yang berkembang.

Keduanya saling melengkapi, sebab kehidupan tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga kehangatan dalam kebersamaan.

Kelompok Formal

Dikutip dari buku Perilaku Organisasi: Cara Mudah Menghadapi Perilaku SDM di Dalam Organisasi karya Susy Yuliastanti, mengungkapkan bahwa kelompok formal adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan tujuan tertentu dan memiliki aturan yang terstruktur.

Biasanya, kelompok ini terdiri atas dua bentuk, yakni kelompok satu komando (instansi) serta kelompok tugas khusus dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta, yang diarahkan untuk menyelesaikan persoalan tertentu.

Oleh karena itu, keberadaan kelompok formal sering kali dianggap penting dalam menjaga keteraturan dan efektivitas kerja.

Beberapa contoh kelompok formal antara lain:

  • Komite atau panitia

  • Koperasi petani

  • Lembaga swadaya masyarakat (LSM)

  • Yayasan

  • Karang Taruna

Kelompok Informal

Berbeda dengan kelompok formal, kelompok informal tumbuh secara alami tanpa adanya aturan resmi atau surat keputusan.

Kelompok ini hadir karena adanya interaksi sosial, daya tarik personal, serta kebutuhan emosional antarindividu.

Selain itu, keterlibatan anggota biasanya tidak ditentukan melalui pengangkatan formal, melainkan lahir dari rasa kebersamaan. Namun, meskipun tidak ada struktur resmi, tetap ada sosok yang dianggap sebagai pemimpin karena wibawa atau pengaruhnya.

Ciri utama kelompok informal adalah aturan yang longgar serta tujuan yang lebih sering dibicarakan secara lisan daripada ditulis secara formal. Bahkan, kesepakatan biasanya muncul secara spontan mengikuti situasi yang ada.

Dengan demikian, kelompok informal memberikan nuansa yang lebih fleksibel dan penuh rasa kekeluargaan.

Beberapa contoh kelompok informal yaitu:

  • Kelompok pertemanan

  • Komunitas olahraga santai

  • Kelompok hobi seperti musik atau fotografi

  • Lingkar diskusi kecil

  • Teman nongkrong di lingkungan sekitar

Kedua jenis kelompok ini sama-sama berperan penting. Kelompok formal memberikan struktur dan arah yang jelas sehingga tugas dapat diselesaikan lebih efektif.

Di samping itu, kelompok informal hadir untuk memberikan dukungan emosional, kedekatan, dan kehangatan yang sering kali tidak didapat dari kelompok formal.

Oleh karena itu, contoh kelompok formal dan informal menunjukkan bagaimana manusia menyeimbangkan kebutuhan akan aturan sekaligus kebutuhan akan hubungan sosial yang lebih personal. (KIKI)

Baca juga: 5 Contoh Objek Kajian Sosiologi untuk Dipelajari secara Mandiri