Konten dari Pengguna

2 Rumus Perhitungan Kadar Air untuk Belajar

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumus Perhitungan Kadar Air. Sumber: Unsplash/Kyle Gregory Devaras
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumus Perhitungan Kadar Air. Sumber: Unsplash/Kyle Gregory Devaras

Setiap bahan pangan memiliki kadar air yang berbeda-beda. Kadar air dapat menentukan kualitas sekaligus ketahanan pangan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, rumus perhitungan kadar air harus dipelajari dengan benar.

Untuk menghitung kadar air, ada beberapa rumus yang bisa digunakan. Rumus tersebut dibedakan berdasarkan jenis bobot bahan.

Rumus Perhitungan Kadar Air

Ilustrasi Rumus Perhitungan Kadar Air. Sumber: Unsplash/Debby Hudson

Apa yang dimaksud dengan kadar air? Mengutip dari Perancangan Pabrik untuk Industri Pangan, Istianah, dkk (2019:14), kadar air merupakan persentase kandungan air pada suatu bahan yang dinyatakan berdasarkan berat basah (wet basis) atau berat kering (dry basis).

Kadar air berat basah memiliki batas maksimum teoritis sebesar 100% dan kadar air berat kering bisa lebih dari 100%. Dikutip dari Pengolahan dan Pengawetan Ikan, Adawyah (2023:73-74), berikut adalah rumus perhitungan kadar air dan penjelasannya.

1. Kadar Air Berat Basah

Untuk menentukan kadar air bahan berdasarkan berat basah, digunakan rumus sebagai berikut.

KA = Wa/Wb x 100%

Keterangan:

KA = kadar air bahan berdasarkan berat basah (%)

Wa = berat air bahan (gram)

Wb = berat bahan basah (gram)

Apabila ada bahan yang dinyatakan memiliki kadar air 20% berdasarkan berat basah, artinya dalam 100 gram bahan tersebut terdapat air sebanyak 20 gram dan bahan kering sebanyak 80 gram.

2. Kadar Air Berat Kering

Untuk menentukan kadar air bahan berdasarkan berat kering, rumus yang berlaku adalah sebagai berikut.

KA = Wa / (Wk x 100%)

Keterangan:

KA = kadar air bahan berdasarkan berat kering (%)

Wa = berat air bahan (gram)

Wb = berat bahan kering (gram)

Penentuan berat kering suatu bahan dilakukan dengan cara penimbangan. Penimbangan ini dilakukan setelah berat bahan tidak berubah lagi selama proses pengeringan. Biasanya, bahan akan dikeringkan pada suhu 105°C selama minimal 2 jam.

Umumnya, analisis kadar air ditentukan berdasarkan berat kering. Alasannya adalah karena perhitungan berdasarkan berat basah memiliki kelemahan, yakni berat bahan basah selalu berubah. Pada berat kering, hal tersebut tidak akan terjadi karena berat kering bahan selalu sama atau tetap.

Berdasarkan kadar air bahan basah atau bahan setelah dikeringkan, didapatkan rasio pengeringan (drying ratio) dari bahan yang dikeringkan. Rasio ini dihitung dengan rumus berikut.

Drying ratio = berat bahan sebelum pengeringan/berat bahan setelah pengeringan

= 100 - M1 / 100 - Mo = To + 1 / T1 + 1

Keterangan:

Mo = persen air mula-mula

M1 = persen uap air setelah pengeringan

To = persen uap air awal/persen bahan kering awal

T1 = persen uap air setelah pengeringan/persen bahan setelah pengeringan

Baca juga: Proses Pengeringan Ikan Asin dan Teknik Pengawetan Makanan Lainnya

Rumus perhitungan kadar air tersebut dapat dipelajari dengan saksama agar bisa dipahami. Selamat belajar! (KRIS)