3 Bulu Hewan yang Paling Banyak Diolah Menjadi Produk Kerajinan

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Produk kerajinan yang berasal dari kekayaan alam masih digemari masyarakat kita karena unik dan ramah lingkungan. Dengan kreatifitas dan inovasi, karya kerajinan tersebut bahkan dapat bersaing menembus pasar ekspor. Bulu hewan yang paling banyak diolah menjadi produk kerajinan adalah Stapel dan Ilamen. Simak ulasannya berikut ini.
Bahan tekstil yang beredar di Indonesia sebagian berasal dari bulu hewan. Hewan yang hidup di negara dingin biasanya memiliki bulu tebal yang bisa diproses menjadi bahan baku. Namun di Indonesia bahan baku tekstil biasanya berasal dari bulu hewan Domba.
Bulu Hewan yang Paling Banyak Diolah Menjadi Produk Kerajinan
Diambil dari buku Dampak Perkembangan Transportasi di Berbagai Sektor (2021:61),
"Produk hasil sektor peternakan tidak hanya untuk dikonsumsi masyarakat, hasil ternak juga dapat diolah menjadi berbagai kerajinan".
Serat bahan tekstil yang berasal dari bulu hewan banyak disukai oleh masyarakat di negara dengan 4 musim, karena bisa menghangatkan badan saat cuaca dingin. Bulu hewan yang paling banyak diolah menjadi produk kerajinan bahan baku serat tekstil adalah Stapel dan Filamen. Berikut adalah ulasannya,
Serat Stapel.
Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan dan dinamakan wol. 3 Bulu hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari domba, biri-biri, dan alpaca, namun masih ada contoh hewan lain seperti unta, kashmir, dan kelinci.
Serat wol memiliki ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, memiliki tingkat kekenyalan dan elastisitas tinggi, penahan panas yang baik, dan tahan terhadap jamur dan bakteri.
Serat Filamen.
Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutra yang digunakan untuk membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat untuk kemudian dipintal menjadi benang.
Serat sutra memiliki ciri-ciri berkilau, sangat kuat, bagus, halus dan lembut, tidak mudah kusut, memiliki daya serap tinggi, tahan terhadap sinar matahari, mudah terbakar dan hancur.
Bulu hewan yang paling banyak diolah menjadi produk kerajinan adalah Domba. Di Indonesia, daerah penghasil kerajinan dari bulu Domba diantaranya adalah Tapos Indramayu. Pengrajin dari daerah ini berhasil mengolah bulu Domba menjadi hiasan yang kreatif dan menarik.(DK)
