3 Teori Masuknya Islam ke Indonesia, Apa Saja?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam merupakan salah satu agama mayoritas penduduk Indonesia. Meski begitu, sejarah masuknya Islam ke Indonesia hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.
Berbagai teori telah dikemukakan mengenai bagaimana Islam pertama kali masuk ke Indonesia. Apa saja? Simak beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia secara ringkas di bawah ini.
Teori Masuknya Islam ke Indonesia
Proses masuknya Islam ke Indonesia tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui interaksi perdagangan, dakwah, dan asimilasi budaya. Merangkum dari berbagai sumber, berikut sederet teori masuknya Islam ke Indonesia dan penjelasannya.
1. Teori Gujarat
Nana Supriatna menerangkan dalam bukunya yang berjudul Sejarah, bahwa Teori Gujarat dikemukakan oleh sejarawan Snouck Hurgronje dan dikembangkan oleh beberapa ahli lain.
Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang dari Gujarat, India, sekitar abad ke-13. Bukti utama teori ini, di antaranya:
Ditemukannya makam Sultan Malik Al-Saleh di Samudera Pasai yang memiliki kesamaan dengan makam-makam Islam di Gujarat.
Catatan perjalanan Marcopolo pada abad ke-13 yang menyebutkan keberadaan komunitas Muslim di Perlak, Aceh.
Hubungan dagang antara Nusantara dan India yang sudah berlangsung sejak lama.
Namun, teori ini juga mendapat kritik karena tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa Islam bisa datang langsung dari Arab.
2. Teori Mekah
Dijelaskan dalam buku Sejarah Peradaban Islam karya Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, M.A, Teori Mekah atau Arab berpendapat bahwa Islam masuk langsung dari Timur Tengah sejak abad ke-7 M.
Pendukung utama teori ini adalah Buya Hamka, yang menyatakan bahwa Islam tidak melalui perantara India, melainkan langsung dari Arab. Bukti utama teori ini:
Kesamaan ajaran Islam di Nusantara dengan ajaran yang berkembang di Timur Tengah.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa sudah ada interaksi antara Arab dan Nusantara sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab.
Ditemukannya naskah-naskah kuno dalam bahasa Arab yang lebih awal dibandingkan bukti dari Gujarat.
3. Teori Persia
Merujuk buku Penyebaran Islam Nusantara terbitan Nusantarawan, teori Persia menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang dan ulama dari Persia (Iran) sekitar abad ke-13 M. Bukti utama teori ini, yaitu:
Adanya kesamaan budaya Islam di Indonesia dengan Persia, seperti peringatan 10 Muharram atau Asyura yang mirip dengan tradisi Syiah di Persia.
Kesamaan gaya kaligrafi dan arsitektur Islam di Indonesia dengan yang ada di Persia.
Hubungan dagang yang erat antara Nusantara dan Persia.
Namun, teori ini kurang mendapat dukungan karena jejak pengaruh Persia di Indonesia tidak sekuat pengaruh Arab atau Gujarat.
Baca Juga: Niat Sholat Ashar dan Tata Caranya yang Benar
(NDA)
