Konten dari Pengguna

4 Contoh Hewan Tidak Bertulang Belakang dan Ciri-cirinya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Hewan Tidak Bertulang Belakang, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Hewan Tidak Bertulang Belakang, Foto: Pixabay

Hewan tidak bertulang belakang disebut juga sebagai hewan avertebrata. Dengan jumlah spesies yang mencapai 12 juta, hewan avertebrata menjadi kelompok hewan yang paling beragam di bumi ini.

Hewan tidak bertulang belakang termasuk hewan berdarah dingin dengan suhu tubuh yang tergantung suhu atmosfer.

Tanpa tulang yang keras, hewan avertebrata memiliki tubuh yang lunak dan rangka luar yang keras untuk melindunginya.

Ciri-ciri Hewan Tidak Bertulang Belakang

Dilansir dari buku Keanekaragaman Hewan, Ni Nengah Mudari, (2021:17), inilah ciri-ciri hewan tidak bertulang belakang:

  1. Tidak memiliki tulang endoskeleton yang keras

  2. Merupakan organisme multiseluler atau tidak memiliki dinding sel

  3. Cenderung bergerak lambat dan berukuran kecil

  4. Bisa ditemukan di seluruh dunia di dalam habitat yang berbeda-beda

  5. Tubuhnya terdiri dari 3 bagian, yakni: kepala, dada, dan perut

  6. Tidak memiliki paru-paru, sehingga proses respirasi dilakukan melalui kulit

  7. Tidak bisa membuat makanan sendiri

  8. Mayoritas diatur dengan organisasi tubuh simetris

  9. Mayoritas bereproduksi secara seksual dengan fusi gamet jantan dan betina

  10. Beberapa hewan avertebrata memiliki eksoskeleton keras yang terbuat dari kitin di bagian luar untuk melindungi tubuhnya yang lunak

4 Contoh Hewan Tidak Bertulang Belakang

Berikut ini adalah 4 contoh hewan tidak bertulang belakang:

  • Cacing Tanah

Cacing Tanah, Foto: Pixabay

Hewan dengan bentuk menggelikan yang sering mengundang jeritan ini ternyata sangat penting untuk kesuburan tanah, lho.

Dengan pergerakannya di bawah tanah, secara tidak langsung, cacing tanah membuat saluran untuk udara dan air yang bisa membuatnya lebih subur.

Hewan ini sangat sensitif terhadap cahaya, bahkan bisa lumpuh kalau terpapar secara langsung.

  • Cacing Laut

Cacing Laut, Foto: Pixabay

Jika cacing tanah bisa ditemukan di daratan, maka cacing laut bisa ditemukan di lautan. Dengan masa hidup maksimal 2 tahun, beberapa spesies cacing tanah dan cacing laut hanya bertahan hidup selama 30-45 hari saja.

Jika cacing tanah berwarna merah, maka cacing laut memiliki warna yang beragam, seperti hijau, cokelat, merah, biru, dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh pigmen beragam yang dimiliki cacing laut.

  • Anemon Laut

Anemon Laut, Foto: Pixabay

Hewan avertebrata yang identik dengan ikan badut mayoritas hidup di dasar laut dengan jangka waktu yang amat lama, bisa meng-kloning diri sendiri, tidak menua, dan memiliki racun untuk melindungi dirinya sendiri.

Walau tampak cantik, anemon laut bisa segera menyergap mangsanya, mulai dari plankton kecil, kepiting, ikan, bahkan ubur-ubur.

  • Bulu Babi

Bulu Babi, Foto: Pixabay

Hewan avertebrata ini memiliki tubuh yang keras dan dilindungi duri-duri tajam dengan racun yang bisa menyebabkan luka kemerahan, pembengkakan, bahkan sampai infeksi.

Hewan tidak bertulang belakang manakah yang pernah kamu lihat?(BRP)