4 Contoh Hewan Tidak Bertulang Belakang dan Ciri-cirinya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hewan tidak bertulang belakang disebut juga sebagai hewan avertebrata. Dengan jumlah spesies yang mencapai 12 juta, hewan avertebrata menjadi kelompok hewan yang paling beragam di bumi ini.
Hewan tidak bertulang belakang termasuk hewan berdarah dingin dengan suhu tubuh yang tergantung suhu atmosfer.
Tanpa tulang yang keras, hewan avertebrata memiliki tubuh yang lunak dan rangka luar yang keras untuk melindunginya.
Ciri-ciri Hewan Tidak Bertulang Belakang
Dilansir dari buku Keanekaragaman Hewan, Ni Nengah Mudari, (2021:17), inilah ciri-ciri hewan tidak bertulang belakang:
Tidak memiliki tulang endoskeleton yang keras
Merupakan organisme multiseluler atau tidak memiliki dinding sel
Cenderung bergerak lambat dan berukuran kecil
Bisa ditemukan di seluruh dunia di dalam habitat yang berbeda-beda
Tubuhnya terdiri dari 3 bagian, yakni: kepala, dada, dan perut
Tidak memiliki paru-paru, sehingga proses respirasi dilakukan melalui kulit
Tidak bisa membuat makanan sendiri
Mayoritas diatur dengan organisasi tubuh simetris
Mayoritas bereproduksi secara seksual dengan fusi gamet jantan dan betina
Beberapa hewan avertebrata memiliki eksoskeleton keras yang terbuat dari kitin di bagian luar untuk melindungi tubuhnya yang lunak
4 Contoh Hewan Tidak Bertulang Belakang
Berikut ini adalah 4 contoh hewan tidak bertulang belakang:
Cacing Tanah
Hewan dengan bentuk menggelikan yang sering mengundang jeritan ini ternyata sangat penting untuk kesuburan tanah, lho.
Dengan pergerakannya di bawah tanah, secara tidak langsung, cacing tanah membuat saluran untuk udara dan air yang bisa membuatnya lebih subur.
Hewan ini sangat sensitif terhadap cahaya, bahkan bisa lumpuh kalau terpapar secara langsung.
Cacing Laut
Jika cacing tanah bisa ditemukan di daratan, maka cacing laut bisa ditemukan di lautan. Dengan masa hidup maksimal 2 tahun, beberapa spesies cacing tanah dan cacing laut hanya bertahan hidup selama 30-45 hari saja.
Jika cacing tanah berwarna merah, maka cacing laut memiliki warna yang beragam, seperti hijau, cokelat, merah, biru, dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh pigmen beragam yang dimiliki cacing laut.
Anemon Laut
Hewan avertebrata yang identik dengan ikan badut mayoritas hidup di dasar laut dengan jangka waktu yang amat lama, bisa meng-kloning diri sendiri, tidak menua, dan memiliki racun untuk melindungi dirinya sendiri.
Walau tampak cantik, anemon laut bisa segera menyergap mangsanya, mulai dari plankton kecil, kepiting, ikan, bahkan ubur-ubur.
Bulu Babi
Hewan avertebrata ini memiliki tubuh yang keras dan dilindungi duri-duri tajam dengan racun yang bisa menyebabkan luka kemerahan, pembengkakan, bahkan sampai infeksi.
Hewan tidak bertulang belakang manakah yang pernah kamu lihat?(BRP)
