Konten dari Pengguna

5 Lagu Daerah Suku Jawa beserta Makna dan Liriknya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penari dan pemain musik yang sedang memainkan lagu daerah Suku Jawa. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penari dan pemain musik yang sedang memainkan lagu daerah Suku Jawa. Foto: Unsplash

Suku Jawa, sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia, memiliki beragam lagu daerah yang sarat makna. Lagu daerah Suku Jawa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan moral.

Setiap lagu daerah Suku Jawa juga kaya akan nilai sejarah, kehidupan, dan filosofi mendalam yang relevan dengan kehidupan masa kini. Berikut daftar lagu daerah dari Suku Jawa lengkap dengan makna dan liriknya.

Daftar Lagu Daerah Suku Jawa

Ilustrasi pemain musik yang sedang memainkan lagu daerah Suku Jawa. Foto: Unsplash

Mengutip dari buku Kumpulan Lagu Daerah Nusantara Terpopuler karya Sarah Ismullah dan Ibrahim Ismullah, di bawah ini adalah beberapa lagu daerah Suku Jawa yang terkenal.

1. Lir Ilir

Lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah Islam. Lir Ilir mengandung pesan untuk membangkitkan semangat hidup dan memperbaiki diri.

Kata "Dodot iro" melambangkan pakaian jiwa yang harus dibersihkan sebelum menghadap Sang Pencipta. Lagu ini juga mengajarkan pentingnya bekerja keras meskipun menghadapi tantangan. Berikut liriknya:

Lir ilir, lir ilir

Tandure wus sumilir

Tak ijo royo-royo

Tak sengguh temanten anyar

Cah angon, cah angon

Penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno

Kanggo mbasuh dodot iro

Dodot iro, dodot iro

Kumitir bedhah ing pinggir

Dondomono, jlumatono

Kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane

Mumpung jembar kalangane

Yo surako, surak hiyo!

2. Gundul Pacul

Lagu ini mengajarkan bahwa pemimpin (diibaratkan sebagai orang yang membawa "wakul") harus menjaga amanah. Jika pemimpin tidak bijak, kesejahteraan rakyat (diibaratkan sebagai "sega" atau nasi) akan berantakan. Berikut lirik lagunya:

Gundul-gundul pacul cul

Gembelengan

Nyunggi-nyunggi wakul kul

Gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

3. Suwe Ora Jamu

Lagu ini menggambarkan perasaan rindu terhadap seseorang yang lama tidak bertemu. Kalimat "Jamu godhong telo" adalah simbol kesederhanaan, sementara "gawe gelo" menunjukkan rasa kecewa yang mendalam. Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana santai atau acara keluarga. Berikut liriknya:

Suwe ora jamu, jamu godhong tela

Suwe ora ketemu, ketemu pisan gawe gela

Suwe ora jamu, jamu sogo thunteng

Suwe ora ketemu, temu pisan atine seneng

Suwe ora jamu, jamu godhong bunder

Suwe ora ketemu, temu pisan tambah pinter

Baca Juga: 5 Lagu Daerah Kalimantan Timur untuk Lebih Mengenal Budaya Lokal

4. Jaranan

Jaranan adalah lagu yang sering dinyanyikan dalam pertunjukan kesenian tradisional Jawa seperti kuda lumping. Lagu ini menggambarkan semangat dan keindahan seni tradisional.

Kata "Ndoro bekti" dalam lagu Jaranan mengacu pada rasa hormat ke pemimpin atau orang yang dituakan. Berikut lirik lagunya:

Jaranan, jaranan

Jarane jaran teji

Jarane jaran teji

Sing numpak ndoro bekti

Jaranan, jaranan

Jarane jaran teji

Jarane jaran teji

Sing numpak ndoro bekti

5. Cublak Cublak Sueng

Lagu daerah Suku Jawa ini mengandung nasihat dari orang tua agar anak-anak mempertahankan hati nurani agar dapat mencapai keselamatan baik di dunia maupun akhirat.

Selain itu, lagu ini juga mengingatkan siapa saja untuk tidak terjerumus dalam keinginan duniawi semata saat mencari kekayaan. Berikut lirik lagu Cublak Cublak Suweng:

Cublak-cublak suweng

Suwenge ting gelenter

Mambu ketundung gudhel

Pak Empong lerak-lerek

Sopo ngguyu ndelekakhe

Sir-sir pong dele kopong

Sir-sir pong dele kopong

Terjemahan lirik Cublak Cublak Suweng:

Tempat anting perhiasan

Anting perhiasan yang berserakan

Baunya dituju ke anak kerbau

Bapak yang ompong menengok kanan kiri

Siapa yang tertawa dia yang menyembunyikan

Hati nurani, kedelai kosong tanpa isi

(NDA)