5 Lagu Daerah Suku Jawa beserta Makna dan Liriknya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suku Jawa, sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia, memiliki beragam lagu daerah yang sarat makna. Lagu daerah Suku Jawa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan moral.
Setiap lagu daerah Suku Jawa juga kaya akan nilai sejarah, kehidupan, dan filosofi mendalam yang relevan dengan kehidupan masa kini. Berikut daftar lagu daerah dari Suku Jawa lengkap dengan makna dan liriknya.
Daftar Lagu Daerah Suku Jawa
Mengutip dari buku Kumpulan Lagu Daerah Nusantara Terpopuler karya Sarah Ismullah dan Ibrahim Ismullah, di bawah ini adalah beberapa lagu daerah Suku Jawa yang terkenal.
1. Lir Ilir
Lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah Islam. Lir Ilir mengandung pesan untuk membangkitkan semangat hidup dan memperbaiki diri.
Kata "Dodot iro" melambangkan pakaian jiwa yang harus dibersihkan sebelum menghadap Sang Pencipta. Lagu ini juga mengajarkan pentingnya bekerja keras meskipun menghadapi tantangan. Berikut liriknya:
Lir ilir, lir ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodot iro
Dodot iro, dodot iro
Kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono, jlumatono
Kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surako, surak hiyo!
2. Gundul Pacul
Lagu ini mengajarkan bahwa pemimpin (diibaratkan sebagai orang yang membawa "wakul") harus menjaga amanah. Jika pemimpin tidak bijak, kesejahteraan rakyat (diibaratkan sebagai "sega" atau nasi) akan berantakan. Berikut lirik lagunya:
Gundul-gundul pacul cul
Gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul kul
Gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
3. Suwe Ora Jamu
Lagu ini menggambarkan perasaan rindu terhadap seseorang yang lama tidak bertemu. Kalimat "Jamu godhong telo" adalah simbol kesederhanaan, sementara "gawe gelo" menunjukkan rasa kecewa yang mendalam. Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana santai atau acara keluarga. Berikut liriknya:
Suwe ora jamu, jamu godhong tela
Suwe ora ketemu, ketemu pisan gawe gela
Suwe ora jamu, jamu sogo thunteng
Suwe ora ketemu, temu pisan atine seneng
Suwe ora jamu, jamu godhong bunder
Suwe ora ketemu, temu pisan tambah pinter
Baca Juga: 5 Lagu Daerah Kalimantan Timur untuk Lebih Mengenal Budaya Lokal
4. Jaranan
Jaranan adalah lagu yang sering dinyanyikan dalam pertunjukan kesenian tradisional Jawa seperti kuda lumping. Lagu ini menggambarkan semangat dan keindahan seni tradisional.
Kata "Ndoro bekti" dalam lagu Jaranan mengacu pada rasa hormat ke pemimpin atau orang yang dituakan. Berikut lirik lagunya:
Jaranan, jaranan
Jarane jaran teji
Jarane jaran teji
Sing numpak ndoro bekti
Jaranan, jaranan
Jarane jaran teji
Jarane jaran teji
Sing numpak ndoro bekti
5. Cublak Cublak Sueng
Lagu daerah Suku Jawa ini mengandung nasihat dari orang tua agar anak-anak mempertahankan hati nurani agar dapat mencapai keselamatan baik di dunia maupun akhirat.
Selain itu, lagu ini juga mengingatkan siapa saja untuk tidak terjerumus dalam keinginan duniawi semata saat mencari kekayaan. Berikut lirik lagu Cublak Cublak Suweng:
Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudhel
Pak Empong lerak-lerek
Sopo ngguyu ndelekakhe
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong
Terjemahan lirik Cublak Cublak Suweng:
Tempat anting perhiasan
Anting perhiasan yang berserakan
Baunya dituju ke anak kerbau
Bapak yang ompong menengok kanan kiri
Siapa yang tertawa dia yang menyembunyikan
Hati nurani, kedelai kosong tanpa isi
(NDA)
