5 Sikap dan Tindakan dalam Keadaan Darurat yang Dilakukan Karyawan

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat menghadapi situasi genting, sikap dan tindakan dalam keadaan darurat yang tepat perlu diterapkan oleh setiap karyawan. Gugup dan tergesa-gesa adalah sikap yang harus dihindari agar dapat berpikir jernih dan melakukan tindakan dengan objektif.
Keselamatan diri sendiri dan rekan kerja adalah fokus utama yang harus dipikirkan. Agar dapat menghindari dampak terburuk dari keadaan darurat, penting sekali menerapkan tindakan yang tepat.
Sikap dan Tindakan dalam Keadaan Darurat
Sikap dan tindakan dalam keadaan darurat penting diketahui untuk meningkatkan peluang keselamatan diri sendiri dan orang lain. Beberapa sikap dan tindakan menghadapi bencana tersebut di antaranya sebagai berikut:
1. Bersikap Tenang dan Bertindak Cepat
Mengutip buku Cara Sukses Menaklukkan Kecemasan, Bagas Bentara (2023), dalam menghadapi situasi darurat, karyawan perlu bersikap tenang agar bisa mengambil keputusan dengan tepat. Jika tidak panik, maka karyawan juga akan mampu bertindak dengan cepat dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
2. Mengetahui Bentuk Ancaman
Setiap karyawan perlu memilih kemampuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk keadaan darurat yang mengancam keselamatan. Contohnya, seperti kebakaran, ledakan, gempa bumi, dan sebagainya. Dengan mengetahui sumber masalahnya, karyawan akan mampu mengambil langkah penanganan pertama dengan benar.
3. Evakuasi ke Tempat Aman
Tahap berikutnya yang perlu dilakukan yakni evakuasi diri ke tempat yang aman. Karyawan perlu memahami jalur evakuasi yang tepat dan aman untuk menghindari situasi darurat. Tidak disarankan untuk menggunakan lift karena risikonya cukup besar.
Selain menyelematkan diri sendiri, penting sekali untuk membantu sesama rekan kerja yang membutuhkan bantuan, misalnya seperti karyawan disabilitas.
4. Patuh terhadap Prosedur Keselamatan
Langkah berikutnya yang perlu dilakukan yakni mengikuti prosedur keselamatan yang sudah ditetapkan perusahaan. Hal ini mencakup berpartisipasi dalam latihan darurat, pemakaian alat-alat keselamatan, serta paham terhadap jalur rute evakuasi.
5. Pahami Lokasi Peralatan Darurat
Peralatan darurat biasanya disimpan di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan mudah dilihat. Setiap karyawan perlu memahami tempat penyimpanan alat-alat darurat untuk memudahkan penggunaannya.
Beberapa contoh alat darurat yakni seperti alat pertolongan pertama, pemadam kebakaran, dan lain-lain. Selain memahami lokasinya, penting sekali untuk mengetahui cara penggunaannya.
Baca juga: 13 Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan
Sikap dan tindakan dalam keadaan darurat yang dijelaskan di atas perlu diperhatikan oleh para karyawan. Dengan begitu, karyawan akan memiliki kesadaran tentang prosedur keselamatan dan keamanan untuk meminimalisir potensi bahaya. (DLA)
