5 Strategi Dakwah Islam di Indonesia yang Penuh Hikmah

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Strategi dakwah Islam yang ada di Indonesia cukup banyak. Strategi ini bahkan telah diterapkan sejak berabad-abad lalu untuk meningkatkan jumlah pemeluk agama Islam.
Strategi dakwah yang paling terkenal di Indonesia sejak zaman dahulu yakni melalui perdagangan. Selain itu, masih banyak strategi lain yang membuat pemeluk agama Islam semakin banyak.
Strategi Dakwah Islam di Indonesia
Mengutip buku Aktivis Dakwah, bukan Sekadar Nama, Syamsinar Asis (2020), dakwah merupakan metode menyampaikan atau mengajak orang lain menuju jalan kebaikan. Inilah beberapa strategi dakwah di Indonesia yang memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam:
1. Perdagangan
Strategi perdagangan bermula saat pedagang muslim asal Arab, India, dan Persia datang ke Nusantara untuk berniaga. Mereka menyebarluaskan agama Islam kepada masyarakat pribumi yang pada masa itu banyak menganut agama Buddha dan Hindu.
2. Perkawinan
Strategi penyebaran agama Islam yang berikutnya melalui perkawinan. Para pedagang muslim tidak hanya berdagang di Nusantara, melainkan juga menetap di Indonesia.
Banyak di antara mereka yang menikah dengan putri bangsawan dari kerajaan-kerajaan di Nusantara. Contohnya, seperti Maulana Ishaq yang menikah dengan putri Raja Blambangan.
3. Pendidikan
Agama Islam juga disebarkan melalui strategi pendidikan. Para pendakwah mendirikan pondok pesantren maupun surau untuk tempat berkumpul dan mempelajari agama Islam.
4. Kesenian dan Kebudayaan
Kesenian dan kebudayaan juga termasuk strategi dakwah yang digunakan oleh para pemuka agama Islam di masa dulu. Contohnya, seperti Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa melalui berbagai pertunjukan seni.
Bahkan, cara berdakwah ini masih sering digunakan untuk membumikan ajaran Islam di kalangan masyarakat di masa sekarang. Seperti halnya pagelaran sholawat nabi yang diiringi dengan tabuhan rebana dan alat musik gambus lainnya.
5. Tingkatan Sosial
Strategi berdakwah yang terakhir adalah strategi tingkatan sosial yang dilakukan dengan cara mengislamkan para raja maupun bangsawan. Umumnya, mereka mempunyai status sosial yang tinggi di kalangan masyarakat.
Melalui cara ini, maka banyak penduduk kerajaan yang mengikuti jejak raja untuk memeluk agama Islam. Strategi ini cukup efektif untuk mensyiarkan Islam di Nusantara.
Baca juga: Perbedaan Khutbah, Tabligh, dan Dakwah sebagai Cara Syiar Agama Islam
Beberapa strategi dakwah yang dijelaskan di atas berfungsi untuk menyebarkan agama Islam. Setiap pendakwah tentu memiliki ciri khas masing-masing dalam menyebarluaskan ajaran ini, namun tetap berpedoman pada Al-Qur'an dan hadits. (DLA)
