Konten dari Pengguna

5 Strategi Dakwah Islam di Indonesia yang Penuh Hikmah

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Strategi Dakwah, sumber: unsplash/MufidMajnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Strategi Dakwah, sumber: unsplash/MufidMajnun

Strategi dakwah Islam yang ada di Indonesia cukup banyak. Strategi ini bahkan telah diterapkan sejak berabad-abad lalu untuk meningkatkan jumlah pemeluk agama Islam.

Strategi dakwah yang paling terkenal di Indonesia sejak zaman dahulu yakni melalui perdagangan. Selain itu, masih banyak strategi lain yang membuat pemeluk agama Islam semakin banyak.

Strategi Dakwah Islam di Indonesia

Ilustrasi Strategi Dakwah, sumber: unsplash/WindiSetyawan

Mengutip buku Aktivis Dakwah, bukan Sekadar Nama, Syamsinar Asis (2020), dakwah merupakan metode menyampaikan atau mengajak orang lain menuju jalan kebaikan. Inilah beberapa strategi dakwah di Indonesia yang memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam:

1. Perdagangan

Strategi perdagangan bermula saat pedagang muslim asal Arab, India, dan Persia datang ke Nusantara untuk berniaga. Mereka menyebarluaskan agama Islam kepada masyarakat pribumi yang pada masa itu banyak menganut agama Buddha dan Hindu.

2. Perkawinan

Strategi penyebaran agama Islam yang berikutnya melalui perkawinan. Para pedagang muslim tidak hanya berdagang di Nusantara, melainkan juga menetap di Indonesia.

Banyak di antara mereka yang menikah dengan putri bangsawan dari kerajaan-kerajaan di Nusantara. Contohnya, seperti Maulana Ishaq yang menikah dengan putri Raja Blambangan.

3. Pendidikan

Agama Islam juga disebarkan melalui strategi pendidikan. Para pendakwah mendirikan pondok pesantren maupun surau untuk tempat berkumpul dan mempelajari agama Islam.

4. Kesenian dan Kebudayaan

Kesenian dan kebudayaan juga termasuk strategi dakwah yang digunakan oleh para pemuka agama Islam di masa dulu. Contohnya, seperti Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa melalui berbagai pertunjukan seni.

Bahkan, cara berdakwah ini masih sering digunakan untuk membumikan ajaran Islam di kalangan masyarakat di masa sekarang. Seperti halnya pagelaran sholawat nabi yang diiringi dengan tabuhan rebana dan alat musik gambus lainnya.

5. Tingkatan Sosial

Strategi berdakwah yang terakhir adalah strategi tingkatan sosial yang dilakukan dengan cara mengislamkan para raja maupun bangsawan. Umumnya, mereka mempunyai status sosial yang tinggi di kalangan masyarakat.

Melalui cara ini, maka banyak penduduk kerajaan yang mengikuti jejak raja untuk memeluk agama Islam. Strategi ini cukup efektif untuk mensyiarkan Islam di Nusantara.

Baca juga: Perbedaan Khutbah, Tabligh, dan Dakwah sebagai Cara Syiar Agama Islam

Beberapa strategi dakwah yang dijelaskan di atas berfungsi untuk menyebarkan agama Islam. Setiap pendakwah tentu memiliki ciri khas masing-masing dalam menyebarluaskan ajaran ini, namun tetap berpedoman pada Al-Qur'an dan hadits. (DLA)