Konten dari Pengguna

8 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Syariat Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hal yang membatalkan puasa. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Hal yang membatalkan puasa. Sumber: unsplash.com

Dalam hitungan hari, umat muslim di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Meski sudah biasa menjalaninya setiap tahun, namun Anda tetap harus memperhatikan ketentuan pelaksanaan ibadah puasa sesuai dengan syariat Islam. Misalnya, mengetahui 8 hal yang membatalkan puasa. Dengan begitu, Anda bisa melaksanakan puasa dengan khusyuk dan sah.

8 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Syariat Islam

Hal yang membatalkan puasa. Sumber: unsplash.com

Berikut ini adalah 8 hal yang membatalkan puasa menurut syariat Islam dikutip dari buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat (2014:102).

  1. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja. Bisa karena makan atau minum disengaja. Artinya, Anda tidak boleh membiarkan sesuatu dalam bentuk apapun masuk ke dalam tubuh melalui salah satu lubang. Contohnya, mulut, hidung, dan telinga. Akan tetapi, jika hal tersebut dilakukan secara tidak sengaja, maka puasanya akan tetap sah.

  2. Memasukkan obat atau benda melalui qubul atau dubur. Jadi, bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan ambeien atau orang yang sakit dan harus memasang kateter urin, maka puasanya akan dianggap sah.

  3. Muntah dengan disengaja. Sedangkan orang yang muntah tidak sengaja, maka tidak akan batal puasanya selama tidak ada muntahan yang ditelan.

  4. Melakukan hubungan suami istri di siang hari saat puasa dengan sengaja. Selain dapat membatalkan puasa, kegiatan ini juga dapat dikenai denda, yakni harus melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut di luar Ramadhan.

  5. Keluar air mani karena melakukan onani atau bersentuhan kulit dengan lawan jenis. Sedangkan jika keluar air mani disebabkan oleh mimpi basah, maka puasanya akan tetap sah.

  6. Haid atau nifas saat siang hari di waktu puasa. Bagi wanita yang haid selama Ramadhan, wajib mengganti ibadah puasanya di lain hari setelah Ramadhan selesai.

  7. Orang dengan gangguan jiwa saat sedang berpuasa.

  8. Murtad atau keluar dari Islam sehingga ia dianggap mengingkari humum syariat yang sudah disepakati pada ulama.

Demikian 8 hal yang dapat batal puasa Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda. (Anne)