8 Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik pada Makhluk Hidup

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sel merupakan unit dasar yang menyusun struktur makhluk hidup. Berdasarkan struktur dan kompleksitasnya, sel dibagi menjadi dua jenis, yaitu sel prokariotik dan eukariotik.
Perbedaan sel prokariotik dan eukariotik dapat dilihat dari ukuran, struktur, dan fungsinya. Artikel di bawah ini akan membahas perbedaan kedua jenis sel ini secara lengkap.
Apa Itu Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik?
Mengutip buku Biologi Jl. 1 Ed. 5 terbitan Erlangga, sel prokariotik adalah jenis sel yang tidak memiliki inti sejati (nukleus). Materi genetiknya (DNA) berada dalam sitoplasma tanpa membran inti. Sel ini umumnya berukuran kecil dan memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan dengan sel eukariotik.
Sel prokariotik dapat ditemukan pada organisme uniseluler seperti bakteri dan arkea. Meskipun sederhana, sel ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan ekstrem.
Di sisi lain, sel eukariotik adalah jenis sel yang memiliki nukleus sejati yang dibungkus membran inti. Selain itu, sel ini memiliki berbagai organel yang memungkinkan pembagian kerja lebih kompleks.
Sel eukariotik menyusun organisme uniseluler maupun multiseluler, seperti protista, jamur, tumbuhan, dan hewan. Sel ini lebih besar dan lebih kompleks dibandingkan sel prokariotik.
Baca Juga: Organel Sel yang Berfungsi Mengatur Seluruh Kegiatan Sel Adalah Ini
Struktur Sel Prokariotik dan Eukariotik
Dwi Kameluh Agustina, S.Si., M.Pd, dkk., menerangkan dalam buku Teori Biologi Sel, bahwa struktur sel prokariotik lebih sederhana dibanding sel eukariotik. Berikut rinciannya.
Sel Prokariotik
Sel prokariotik memiliki struktur sederhana yang terdiri dari:
Membran plasma = Melindungi sel dan mengatur pertukaran zat.
Dinding sel = Memberikan bentuk dan perlindungan tambahan.
Sitoplasma = Tempat berlangsungnya reaksi biokimia.
Ribosom = Berperan dalam sintesis protein.
DNA (Nukleoid) = Materi genetik yang mengatur aktivitas sel.
Pili dan flagela = Membantu pergerakan dan menempel pada permukaan.
Sel Eukariotik
Sel eukariotik memiliki struktur lebih kompleks dengan berbagai organel, di antaranya:
Membran plasma = Mengontrol keluar masuknya zat.
Nukleus = Mengandung DNA dan mengontrol aktivitas sel.
Mitokondria = Tempat produksi energi (ATP).
Retikulum endoplasma (RE) = Terbagi menjadi RE kasar (tempat sintesis protein) dan RE halus (sintesis lipid).
Badan Golgi = Mengemas dan mengangkut protein.
Lisosom = Mengandung enzim untuk pencernaan seluler.
Vakuola = Berfungsi menyimpan air dan zat lainnya (lebih besar pada tumbuhan).
Kloroplas = Tempat fotosintesis (hanya ada pada tumbuhan).
Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik
Merujuk informasi dalam laman News Medical, perbedaan sel prokariotik dan eukariotik jika dirincikan adalah sebagai berikut.
1. Ukuran Sel
Sel Prokariotik: Kecil (1—10 µm).
Sel Eukariotik: Lebih besar (10—100 µm).
2. Inti Sel
Sel Prokariotik: Tidak memiliki nukleus sejati. DNA berada di sitoplasma dalam daerah yang disebut nukleoid.
Sel Eukariotik: Memiliki nukleus sejati dengan membran inti.
3. Struktur DNA
Sel Prokariotik: DNA berbentuk lingkaran (plasmid).
Sel Eukariotik: DNA berbentuk linear dan tersimpan dalam kromosom di dalam nukleus.
4. Organel Membran
Sel Prokariotik: Tidak memiliki organel bermembran seperti mitokondria dan retikulum endoplasma.
Sel Eukariotik: Memiliki berbagai organel bermembran seperti mitokondria, retikulum endoplasma, dan badan Golgi.
5. Dinding Sel
Sel Prokariotik: Ada, terdiri dari peptidoglikan pada bakteri dan pseudopeptidoglikan pada arkea.
Sel Eukariotik: Ada pada tumbuhan dan jamur (terbuat dari selulosa atau kitin), tetapi tidak ada pada hewan.
6. Reproduksi
Sel Prokariotik: Melalui pembelahan biner (aseksual).
Sel Eukariotik: Melalui mitosis dan meiosis (pada organisme multiseluler).
7. Metabolisme
Sel Prokariotik: Lebih sederhana, bisa hidup di lingkungan ekstrem.
Sel Eukariotik: Lebih kompleks dengan berbagai jalur metabolisme.
8. Contoh Organisme
Sel Prokariotik: Bakteri (Escherichia coli), Arkea (Methanobacterium)
Sel Eukariotik: Hewan (manusia), Tumbuhan (pohon), Jamur (ragi), Protista (Amoeba)
(NDA)
