Konten dari Pengguna

Organel Sel yang Berfungsi Mengatur Seluruh Kegiatan Sel Adalah Ini

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel. Foto: Pexels

Setiap makhluk hidup terdiri dari sel, yang merupakan unit dasar kehidupan. Sel memiliki berbagai organel yang bekerja sama untuk menjaga fungsinya.

Mengutip Buku Ajar Dasar-dasar Biologi Sel dan Molekuler oleh Zairin Thomy dan Essy Harnelly, organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel, yaitu nukleus.

Dalam uraian berikut ini akan dibahas secara lengkap tentang nukleus, termasuk struktur, hingga fungsinya dalam kehidupan sel.

Apa Itu Nukleus?

Ilustrasi organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel. Foto: Pexels

Drs. Refai, M.Kes. menerangkan dalam bukunya yang berjudul Biologi Sel, nukleus adalah organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel.

Organel ini sering disebut sebagai "pusat kendali" karena berisi materi genetik (DNA) yang menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi sel.

Tanpa nukleus, sel tidak dapat berfungsi dengan baik dan akan mati. Oleh karena itu, nukleus berperan penting dalam kehidupan sel dan organisme secara keseluruhan.

Nukleus bisa ditemukan pada sel eukariotik. Sel ini hanya bisa ditemukan dalam sel manusia, hewan, dan tumbuhan, tetapi tidak pada bakteri karena mereka menggunakan sel prokariotik.

Baca Juga: Perbedaan Eritrosit, Leukosit, dan Trombosit dalam Darah

Struktur Nukleus

Ilustrasi organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel. Foto: Pexels

Merujuk buku Biologi Dasar dan Kesehatan karya Amrah Husma, nukleus memiliki beberapa bagian utama yang mendukung fungsinya dalam mengatur aktivitas sel, yaitu:

  1. Membran Nukleus (Selubung Nukleus) = Lapisan yang memisahkan nukleus dari sitoplasma. Membran ini memiliki pori-pori nukleus yang memungkinkan pertukaran zat antara nukleus dan sitoplasma.

  2. Nukleoplasma = Cairan di dalam nukleus yang berisi enzim, protein, dan ion yang mendukung berbagai aktivitas nukleus.

  3. Kromatin (DNA dan Protein) = Bahan genetik yang terdiri dari DNA dan protein. Saat sel membelah, kromatin ini akan membentuk kromosom yang membawa informasi genetik.

  4. Nukleolus = Struktur kecil di dalam nukleus yang berperan dalam sintesis ribosom, yaitu organel yang bertanggung jawab dalam produksi protein.

Fungsi Nukleus dalam Sel

Ilustrasi organel sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel. Foto: Pexels

Sebagai pusat kendali sel, menurut buku Kupas Tuntas Seputar Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan karangan Ernawati, dkk., nukleus memiliki beberapa fungsi untuk:

1. Mengatur Seluruh Aktivitas Sel

Nukleus mengontrol berbagai proses seluler, seperti pertumbuhan, metabolisme, sintesis protein, dan pembelahan sel.

2. Menyimpan dan Mengatur Informasi Genetik

Nukleus mengandung DNA yang berfungsi sebagai kode genetik untuk mengatur sifat dan fungsi sel. DNA ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui proses replikasi.

3. Mengontrol Sintesis Protein

Nukleus mengandung informasi untuk produksi protein yang diperlukan sel. DNA dalam nukleus memberikan instruksi ke RNA untuk membawa kode genetik ke ribosom, tempat sintesis protein terjadi.

4. Mengatur Pembelahan Sel

Saat sel akan membelah, DNA dalam nukleus mengalami replikasi sehingga setiap sel baru memiliki informasi genetik yang sama. Ini penting untuk pertumbuhan dan regenerasi jaringan.

(NDA)